About Us

Senin, 15 November 2010

Pekerja Keras, Tak Kenal Lelah


Player of the Week

Jeffry "BULLDOZER" Bong : Mesin Penghancur Lawan




Pemain dengan tipikal Pekerja Keras yang tak kenal lelah hadir dalam sosok seorang Jeffry Bong. Dengan ciri khas “Brewoknya”, pemain satu ini sangat besar pengaruhnya dalam setiap pertandingan yang dilakoni oleh Nuvo CLS Knights Surabaya.

Pemain kelahiran Jakarta ini, memulai karirnya di Liga Basket Profesional Indonesia sejak tahun 2008 bersamaan dengan masuknya Manajemen baru di Nuvo CLS Knights Surabaya.

Semenjak awal masuknya itu, Jeffry selalu mendapatkan kepercayaan dari setiap Pelatih yang pernah menangani Nuvo CLS Knights; sebagai seorang Defender tangguh dan menjadi penghalang yang sangat menganggu pergerakan musuh.

Dengan karakternya yang Keras dan Ngotot, Pemuda satu ini sering membuat lawan - lawannya merasakan Frustasi ketika berhadapan dengannya.

Beberapa pemain Bintang seperti Wellyanson Situmorang, Denny Sumargo dan I Made "Lolik" Sudianyana, pernah merasakan beratnya menerobos pertahanan Pemain dengan julukan "BULLDOZER" ini.

“ Jika di beri Kepercayaan, Saya akan melakukannya dengan sungguh-sungguh, dan seAgresif mungkin untuk menghentikan lawan saya. Saya sudah terbiasa dengan hal itu", ungkap Jeffry.

Selain sebagai seorang Defender handal, Jefrry juga terkenal dengan kemampuannya sebagai seorang Shooter yang sangat berbahaya, terutama dari area 3 Points.


Jeffry berhasil mencuri perhatian di Indonesia Development Camp NBA-NBL 2010, Dia berhasil menjuarai Kompetisi 3-Points Shootout dan membawa pulang hadiah sebuah laptop.

Saat melawan Satya Wacana Angsapura di Seri 1 kemarin, Jeffry juga berhasil menjadi Top Scorer pada pertandingan tersebut dengan perolehan 17 Points, dan 15 points diantaranya diraih melalui 5 kali tembakan 3 angkanya.

Jeffry adalah seorang pekerja keras yang tak kenal lelah. Dia sering menambah jam latihannya sendiri, bahkan ada kalanya saat CLS Knights menghadapi kekalahan Jeffry langsung masuk ke Ruang Latihan Beban, dan melepas stressnya dengan memompa tubuhnya dengan besi - besi.

Layaknya sebuah Bulldozer (mesin penghancur), Jeffry siap menghancurkan lawan-lawannya setiap saat.

Ketajaman tembakannya dapat menghancurkan mental lawan, dan ketatnya Defense Jeffry dapat menjadi tembok penghalang bagi siapa saja yang ingin menerobos pertahanan CLS Knights.

Seperti pepatah di-perbolabasketan; "Offense Win Games, Defense Win Championship" ( Penyerangan Dapat Memenangkan Pertandingan, Tapi Kekuatan Bertahanlah yang Menjadikan JUARA ).
Maka modal dasar yang dimiliki oleh Jefrry ini, sangat penting dalam membantu tim NUVO CLS Knights Surabaya mengejar Juara di Kompetisi NBL Indonesia.

(rntj)



Jeffry Bong I #0 I SG
Regular Season 2010-2011 Statistics
PPG : 5.5
RPG :.2.4
3 P%: 28.5
Born: Jakarta, 25 Mei 1985
Height: 184 cm
Weight: 85 kg


Jumat, 05 November 2010

Dari Purwokerto, Untuk Suroboyo





Player of the Week

Dwi Haryoko : “ Pau Gasol Made in Indonesia”


Saat Nuvo CLS Knights memberikan sebuah Kejutan atas pencapaiannya di Seri 1 NBL Indonesia 2010 kemarin, ada satu pemain yang tidak terlalu bergema namanya, namun kontribusinya dalam tim sangat signifikan. Dia adalah Dwi Haryoko (#2).


Dwi Haryoko adalah seorang pemuda Kelahiran Kota Purwokerto, 1 Febuari 1985. Dwi merupakan pemain paling tinggi di CLS Knights ( TB : 193 cm), dan bermain di Posisi PF (Power Forward). Dengan kemampuan yang dimilikinya, anak asal Purwokerto ini sering menjadi kepercayaan Coach Amran Sebagai Starter di Posisi PF.


Kepercayaan itu, ternyata dibayar dengan penampilan yang luar biasa dari Dwi. Dengan wajah yang lugu, dimana mencerminkan gaya permainan Dwi yang “Lemah-Lembut”, seperti salah satu bintang NBA Pau Gasol.
Kadang kala sangat mengemaskan melihat penampilannya yang seperti tidak bertenaga, tapi tiba – tiba Dwi dapat mengejutkan kita dengan aksi permainan ciamiknya.
Meskipun terlihat sangat pendiam, anak kedua dalam keluarganya ini sebenarnya memiliki skill diatas rata-rata pemain di Posisi PF. Kemampuannya tidak hanya berada di bawah ring, tapi Dwi juga memiliki keahlian layaknya seorang Guard, yaitu Drive-Drive tajam dan akurasi tembakan 3 points yang cukup tinggi; 57.1% - Kedua terbaik dalam tim setelah Febri Utomo 66.6% (data sampai akhir NBL Indonesia 2010/2011 Seri 1).


Di Seri 1 NBL Indonesia, Dwi telah menunjukan bahwa dirinya mampu membawa Nuvo CLS Knights di posisi pertama klasemen sementara. Salah satunya, saat berhadapan dengan Aspac; Dwi memberikan sebuah tembakan 3 points yang langsung menusuk ke jantung Aspac di menit – menit akhir kuarter 4. Melihat masuknya bola yang lepas dari tangan Dwi, Aspac pun menundukkan kepala, dan Nuvo CLS Knights dapat menjaga momentum keunggulan hingga akhir pertandingan.


Dengan usia yang masih tergolong muda ( 25 tahun ) , Dwi merupakan salah satu pemain yang memiliki potensi menjadi seorang superstar di Indonesia. dengan keahlian yang dia miliki, tidak salah Dwi bisa di masuk kedalam jajaran pemain Elite di Indonesia. seperti seorang seorang Pau Gasol yang sudah merasakan membawa L.A. Lakers (Klub) dan tim Nasional Spanyol (Negara) menjadi Juara.


Dan tentu saja, kemampuan dan kontribusi Dwi sangat di butuhkan oleh tim Nuvo CLS Knights Surabaya untuk merebut gelar NBL Champions di musim perdananya. Yang mana itu semua di persembahkan untuk para Fans, dan tentunya Kota Surabaya tercinta.



Dwi Haryoko dari Purwokerto untuk Suroboyo!!
(rntj)

Dwi Haryoko #2 PF
Regular Season 2010-2011 Statistics
PPG : 8
RPG : 4.5
APG : 2.16
Born: Purwokerto, 01 February 1985
Height: 193 cm
Weight: 90 kg

Rabu, 03 November 2010

Semangat Lama, Kekuatan Baru




Sejak 2 musim kompetisi IBL terakhir ada yang terlihat tidak lazim di Jersey hitam CLS Knights, yaitu terteranya tulisan Kanji yang mengundang banyak pertanyaan.
"Apa artinya itu?", "Kok pakai bahasa Jepang sih?", "Itu Sponsor dari Perusahaan Asing ya?".
'
'
Menjawab semua pertanyaan itu, sebenarnya tulisan Kanji tersebut adalah Nama Asli klub CLS dalam bahasa Mandarin, saat awal didirikannya klub Basket ini pada bulan Februari 1946.
Saat itu sebuah yayasan yang mayoritas terdiri dari orang - orang keturunan etnis Tiong Hoa di Surabaya mendirikan sebuah klub Bola Basket dengan nama "Qun Li She" (baca: Cuin Li Se).
'
'
Arti dari nama tersebut adalah:
Qun: Bersama
Li: Kekuatan
She: Perkumpulan
Qun Li She: Perkumpulan yang didasari oleh Kekuatan Kebersamaan.
'
'
Pada masa Orde Baru, dengan dilarangnya penggunaan nama organisasi dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa lainnya, maka nama tersebut dirubah menjadi Cahaya Lestari Surabaya (CLS).
Sejak tahun 2007 dengan adanya perombakan tim dan masuknya Manajemen baru ke CLS, nama tersebut kembali dipakai, dengan dicantumkan pada Jersey hitam oleh Manajemen.
'
'
Tujuan dipakainya kembali nama Qun Li She pada Jersey hitam adalah untuk mengingatkan diri kami sendiri bahwa Kekuatan sebenarnya dari tim ini adalah berasal dari Kebersamaan, bukan hanya dari satu atau dua orang individu yang mempunyai skill layaknya Superstar.
Qun Li She bagi kami juga berarti tidak adanya perbedaan dalam tim ini; tidak ada membedakan antara senior dengan junior, tidak ada perbedaan antara bintang dengan cadangan, tidak ada membeda - bedakan ras, suku, dan agama.
Karena hanya dengan BERSATU tim ini menjadi KUAT.
'
'
Itulah arti Qun Li She sebenarnya. Sebuah nama lama dengan semangat yang tinggi dan layak untuk dijunjung kembali sebagai kunci dari Kekuatan CLS Knights.

Senin, 25 Oktober 2010

AMAZING SURABAYA


Seri 1 NBL Indonesia baru saja berakhir. Semua tim sudah berjuang keras dan hasil klasemen sementara sudah baku.


Mengingat seri yang baru berlalu ini, ada satu hal yang masih membuat kami tidak rela rasanya untuk menyudahi seri di Surabaya ini, yaitu SUPPORTER Surabaya yang sangat luar biasa!

Baru semusim yang lalu kami (10 Tim Basket Professional Indonesia) masih berkompetisi di liga yang minim penonton. Setiap melangkahkan kaki memasuki lapangan, jarang terasa suasana kompetitif bahkan lebih terasa hanya seperti sedang menjalani uji coba.

Namun di Seri Pertama NBL Indonesia kali ini, kami sangat dikejutkan oleh antusias warga Surabaya dan "Cinta"-nya yang ditunjukkan kepada kami Tim Nuvo CLS Knights.


Semua dukungan yang meriah ini juga tidak disia - siakan oleh para Ksatria Surabaya, sejarah baru terukir; Tim Nuvo CLS Knights berhasil menduduki Peringkat Pertama di klasemen sementara, dengan rekor 5x Menang dan 1x Kalah.

"Ini belum pernah terjadi dalam sejarah CLS selama berkecimpung di Liga Professional", ungkap Sebastian, Ketua Bidang Pembinaan POR Yayasan CLS.

Terlihat jelas CLS Knights saat ini berbeda jauh dengan musim - musim sebelumnya, kali ini setiap para Pemain memasuki lapangan seolah - olah mereka siap menerkam siapa saja yang menghalangi langkah mereka menuju Trophy Juara NBL Indonesia.


Perbedaan signifikan dari Nuvo CLS Knights terlihat dalam hal - hal berikut ini:

1. Leadership (Kepemimpinan)

Setiap menghadapi tekanan dari tim - tim lawan, Indrajaya dan Dimaz kerap kali bangkit, mengambil alih permainan dan membalikkan keadaan untuk kemenangan CLS Knights.


2. Courage (Keberanian)

Jika mengingat tipe CLS Knights di musim - musim yang lalu, banyak yang memberi julukan tim ini sebagai "good boys". Istilah yang baik dan manis, namun terkesan lemah bagi sebuah tim Bola Basket dengan nama Knights yang seharusnya memiliki mental petarung.

Namun hal tersebut tidak lagi terlihat di Seri 1 NBL indonesia kemarin. Saat menghadapi raksasa - raksasa perbasketan Indonesia seperti Garuda dan Aspac, para pemain Nuvo CLS Knights menunjukan karakter layaknya seorang petarung. Semua pemain berani berbenturan tanpa rasa takut, meski dengan para pemain bintang sekalipun.


3. Team Work (Kerja Sama) - "This is OUR TIME"

Pada saat launching tim di Hotel Bumi Surabaya tanggal 10 - Oktober - 2010 yang lalu, ada satu slogan yang diperkenalkan oleh Nuvo CLS Knights kepada para sponsor dan media masa;

"This is OUR TIME!!!"

Kalimat yang penuh optimisme itu juga mengandung arti kebersamaan yang kuat. Kata "Our" (milik kami) dipilih untuk menegaskan bahwa musim ini kami sangat serius untuk bersatu mengejar hak kami sebagai Satu Tim, yaitu JUARA.

Dalam permainanpun terlihat sudah tidak ada lagi ego individu yang muncul, yang ada hanya kerja keras untuk meraih kemenangan bersama.


Meski kalah di game pertama dari Pelita Jaya, di kuarter akhir game tersebut Nuvo CLS Knights sudah mulai menunjukkan perbedaan yang jelas dari musim - musim sebelumnya. Mungkin di musim - musim yang lalu akan sangat sulit untuk tim ini bangkit dari ketertinggalan, terutama jika melawan tim - tim besar.

Meski di akhir pertandingan tersebut Pelita Jaya berhasil menang, Nuvo CLS Knights sempat hampir membalikkan ketertinggalan.

Di sanalah awal kebangkitan Nuvo CLS Knights menjadi tim yang sangat garang.


Pada games selanjutnya CLS Knights tak berhenti mengalahkan semua lawannya.

Dukungan dari penonton yang memadati DBL Arena seolah membuat para Ksatria Surabaya ini kelaparan untuk terus menang.


Jika dianalisa berdasarkan keadaan sesungguhnya, sangat mustahil untuk CLS Knights berhasil di Seri 1 NBL Indonesia. Kondisi para pemain tidak 100% fit.

Cedera - cedera masih menghantui kami;

- Andrie Ekayana masih belum pulih 100% dari cedera lututnya,

- Indrajaya bermain dengan sakit di kaki dan bahu,

- Febri Utomo mengalami lepasnya kuku jempol kakinya,

- Jeffry Bong cedera pada bahu kanannya,

- Sigit Harun(rookie) mengalami sobek di sela - sela jari tangannya dan bermain dengan jahitan yang belum kering.


Belum lagi para pemain muda; Wijaya Saputra, Dwi Haryoko, Dimaz Muharri, Elia Bukit, Tony Agus, Sandy Febiansyakh, Jeffry Bong, Freddy Chen, Sigit Harun, sedang menghadapi Ujian

Tengah Semester (UTS) di kampus mereka.

Setelah pertandingan, mereka langsung pulang ke mess untuk langsung belajar, dan hampir setiap hari mereka baru bisa istirahat jam 2 pagi ke atas.

Beberapa kali sebagian pemain tersebut juga terlambat datang ke DBL Arena sebelum pertandingan, karena baru selesai UTS.


Keberhasilan Nuvo CLS Knights di Surabaya kali ini, adalah berkat dukungan para Supporter dan Kemurahan dari Yang Di Atas semata.

Ada satu moment saat Aspac mulai mengejar ketertinggalan, dan Indrajaya berhasil menjaga jarak dengan permainan kerasnya yang membuahkan poin tambahan untuk CLS Knights. Saat itu Indra berlari di pinggir lapangan sambil mengibarkan Jersey Hitam kebanggaannya ke arah penonton, seraya berkata, "Surabaya, This is for You".
Mengingat akan hal ini, kami tidak akan berhenti berjuang untuk Surabaya di seri - seri selanjutnya!

Terima kasih Surabaya! You guys are AMAZING...


Hasil Pertandingan Nuvo CLS Knights:

Nuvo CLS Knights (58) - Pelita Jaya (67)

Nuvo CLS Knights (79) - Bimasakti (61)

Nuvo CLS Knights (94) - Angsapura (42)

Nuvo CLS Knights (74) - Garuda (43)

Nuvo CLS Knights (64) - Aspac (49)

Nuvo CLS Knights (66) - Stadium (52)


Hasil Klasemen Sementara NBL Indonesia 2010 / 2011:

1. Nuvo CLS Knights, Surabaya

2. Pelita Jaya Esia, Jakarta

3. Dell Aspac, Jakarta

4. Satria Muda Britama, Jakarta

5. MUBA Hangtuah, SUMSEL

6. Stadium, Jakarta

7. Garuda Flexi, Bandung

8. Bimasakti Nikko Steel, Malang

9. Comfort Mobile Citra Satria, Jakarta

10. Satya Wacana Angsapura, Salatiga

Selasa, 12 Oktober 2010

Minimal Runner-Up, kalau Bisa JUARA


nblindonesia.com - 11/10/2010

OPTIMISME tinggi diusung Nuvo Cahaya Lestari Surabaya (CLS) Knights jelang seri perdana National Basketball League (NBL) Indonesia 2010–2011. Tim yang pada musim terakhir IBL menembus final four itu menaikkan target. Musim ini, target minimal mereka adalah menjadi runner-up. Namun, kalau ada peluang jadi juara, mereka tidak segan untuk menyabetnya.


Target tinggi itu dikumandangkan oleh CLS saat launching di Hotel Bumi Surabaya (10/10). Launching tersebut dihadiri semua komponen tim minus pelatih kepala W. Amran. Dia harus absen karena orang tuanya wafat. ”Saya kira, minimal runner-up. Kalau bisa, juara,” kata General Manager CLS Bambang Susilo.


Perkataan Bambang itu bukan tanpa alasan. Acuannya, taktik, teknik, dan mental skuad CLS tahun ini sangat kuat. Masuknya Amran semakin menyolidkan ke kuatan CLS. Bukti paling sahih, dalam ajang preseason tournament Juli lalu di Malang, CLS menjadi runner-up. Mereka bisa mengalahkan Pelita Jaya Esia Jakarta dan Satria Muda (SM) Britama Jakarta pada babak penyisihan. Sayang, di final Dimaz Muharri dkk dikalahkan oleh SM.


Manajer Operasional CLS Simon Wong menambahkan, skuad CLS yang berjumlah 13 orang adalah yang tersedikit di antara sembilan kontestan lain. Meski demikian, Simon menuturkan bahwa skuad yang minimalis tidak membuat CLS berkecil hati. ”Target kami tentu maksimal. Saat preseason, kami bisa menjadi runner-up. Itu menjadi modal kami,” papar dia.

Kapten CLS Agustinus Indrajaya menyatakan, persiapan CLS saat ini sudah 100 persen. Selama masa rehat kompetisi setelah preseason, timnya terus berlatih keras untuk menyempurnakan kemampuan. CLS juga beberapa kali menjalani pertandingan persahabatan. Termasuk yang terakhir, yakni laga melawan State Basketball League (SBL) All-Star dari Western Australia (WA) di Surabaya (2/10).


Indra mengatakan, CLS sangat mewaspadai kekuatan dua tim dalam NBL musim ini. Yakni, SM dan Pelita. ”Namun, kekuatan seluruh tim sangat merata. Setiap laga akan ramai. Siapa yang juara adalah siapa yang paling fokus dalam pertandingan. Kami optimistis bisa mencapai yang terbaik,” ungkap dia. (nur/c11/ang)
Sources:

Sabtu, 02 Oktober 2010

Kalah Tapi Tidak Berhenti Semangat


Score akhir untuk pertandingan persahabatan malam ini adalah:
CLS Knights (39) - SBL All Star Australia (68).

Menghadapi lawan dengan rata - rata postur tubuh yang besar, para pemain CLS Knights mengalami kesulitan menerobos "paint area" (area dekat / bawah ring).
Sampai kuarter kedua selesai semua poin CLS Knights adalah dari area luar. Sandy Kusuma dan Jeffry Bong menjadi penyumbang angka terbanyak, yang semua dari area 3 Points.
Kuarter kedua berakhir dengan skor CLS Knights 18 - SBL All Star 31, Sandy dan Jeffry berdua meraih 78% perolehan Tim dengan total 14 points.

Memasuki kuarter ketiga, para pemain CLS Knights bersemangat untuk mengejar ketinggalan. Namun sayang keadaan tersebut malah menjadi bumerang, karena kurang sabarnya melakukan eksekusi serangan.
Ada suatu saat CLS Knights melakukan turn over, yang akhirnya diselesaikan dengan Fast Break dan Slam Dunk oleh pemain dengan nomor punggung 9 dari SBL All Star Australia.
Pertahanan SBL All Star di paint area pun tidak mengendur sedikitpun. Berkali - kali Agustinus Indrajaya terkena Block oleh Center SBL All Star yang tingginya lebih dari 2 meter.

Memasuki kuarter akhir dengan skor tertinggal 49 - 26, Coach Amran menginstruksikan untuk beralih ke pola Zone Defense.
Strategi tersebut cukup berhasil dalam meredam serangan SBL All Star.
CLS Knights banyak mendapatkan Steal dan memaksa SBL All Star melakukan turn over dengan strategi pertahanan tersebut.
Sampai detik akhir pertandingan para pemain CLS Knights tetap menunjukan semangat yang mengebu - gebu meski skor sudah tertinggal jauh.

Andrie Ekayana, yang masih dalam tahap pemulihan dari cedera lututnya, memberikan tanggapan yang menyatakan dirinya cukup puas dengan permainan teman - temannya malam ini.
"Yang penting dalam Defense sudah bagus. Cara jaga Man to Man sudah rapat, saat Zone Defense kita banyak dapat Steals. Yang harus dibenahi adalah transisi Offense ke Defense harus lebih cepat, juga kerajinan dalam melakukan Box Out sebelum Rebound harus lebih lagi", ungkap Yayan (sapaan akrab Andrie Ekayana).
"Kita memang kalah postur, tapi anak - anak tidak berhenti untuk menunjukan semangat untuk menghentikan lawan".

Apa yang ditunjukkan oleh CLS Knights malam ini akan menjadi bekal yang sangat baik untuk season NBL Indonesia 2010.
Go Knights! Keep up the Spirit!
Photo by look at me - photographie
Kelvin

Jumat, 01 Oktober 2010

Be Part of Us



Dapatkan pula Discount untuk setiap pembelian produk Power Balance di sekretariat CLS Knights, sebesar: 15% untuk Platinum Card, 10% untuk Gold Card dan 5% untuk Silver Card.

Power Balance - Performance Technology
Official CLS Knights Supplier