About Us

Sabtu, 28 Mei 2011

Tradisi Lakukan Try-Out ke Luar Negeri


(Kiri : Bambang Susilo Selaku General manajer Nuvo CLS Knights. Kanan : Managing Patner Nuvo CLS Knights Christopher Tanuwidjaja)

Wawancara Singkat Dengan Christopher Tanuwidjaja Selaku Managing Patner “Nuvo CLS Knights”

Semenjak di pegang oleh manajemen Knights pada tahun 2008, Indrajaya dkk punya tradisi melakukan Try-out (Uji Coba) ke luar negeri. Pada tahun 2008, CLS Knights melakukan try-out ke Malaysia dan Singapura dalam rangkaian mengikuti turnamen kecil disana. Pada tahun 2009 ketika sukses masuk dalam jajaran 4 besar IBL( sekarang NBL Indonesia), pihak manajemen memberikan bonus jalan-jalan dan tentu saja try-out ke China-Hongkong.

Dan pada tahun ini, Manajemen kembali memberikan kesempatan kepada seluruh pemain untuk lebih membuka wawasan dan mendapatkan pengalaman di Negara Australia. Bekerja sama dengan World Basketball Academy Australia, Nuvo CLS Knights akan menjalani Latihan (TC) di Australia selama 10 hari dan akan mendapatkan kesempatan menjajal 3 tim semi-pro di Perth.

Menurut Managing Patner dari Nuvo CLS Knights Christopher Tanuwidjaja, selama menjalani try-out di luar negeri akan banyak sekali pengalaman-pengalaman berharga yang sangat berguna untuk seluruh pemain.

Berikut petikan wawancara singkat dengan Christopher Tanuwidjaja, mengenai Program Latihan (TC) di Perth, Australia selama 10 hari.


1. Nuvo CLS Knights akan menjalani latihan di Negara Australia dengan mengandeng WBA sebagai Advisor. Apa sebenarnya yang anda inginkan atau harapkan mengenai persiapan dari anak-anak menghadapi Program yang terkenal sangat berat tersebut ?

(Jawab) : Hal paling utama yang saya sendiri harapkan dari persiapan anak-anak ke Perth, Australia adalah “Mereka membawa kehausan untuk menjadi Juara ke Perth”. Karena program yang akan kita jalani tidak akan mudah, semua pasti akan berat di sana.

Tanpa keinginan yang besar untuk menjadi lebih baik dan menjadi juara, pasti akan sangat mudah menyerah nantinya dalam menghadapi program latihan di Perth bersama WBA (World Basketball Academy). Jadi untuk saya, yang paling utama itu kemauan yang besar untuk melawan diri sendiri dan untuk maju.

Selain itu, sudah pasti dari tim pelatih kita telah mempersiapkan program-program latihan untuk merekondisi fisik para pemain. Supaya mereka siap saat tiba di Perth menhadapi tantangan dari WBA. ( Nuvo CLS Knights sudah mulai berlatih pada hari jumat, 27 Mei pasca libur selama 4 hari setelah menjalani turnamen Internasional L.A Lights World Challenge 2011)


2. Selain berlatih di bawa pimpinan Andrew Vlahov dkk, apa saja yang akan di lakukan oleh Nuvo CLS Knights selama di Negeri kanguru (Australia) ?

(Jawab) : Untuk kegiatan yang sudah pasti, kami akan mendapatkan kesempatan melakukan ujicoba dengan 3 (tiga) tim semi-pro di kota Perth. 3 tim tersebut bermain di ajang SBL (state Basketball League) liga semi pro di kota Perth. Seperti Gold Coast kemaren yang datang ke Indonesia, mereka merupakan tim Semi pro di ajang ABA, kecuali James Harvey dan Pero yang bermain di ajang Profesional NBL Australia membela Gold Coast Blazer.

Untuk kegiatan lain-nya, kita tunggu untuk sampai disana lebih dahulu dan di diskusikan dengan tim dari WBA tentang kegiatan lain-nya. Sebenarnya, sudah ada undangan dari perkumpulan tim basket Indonesia untuk mengajak kita Bertanding, tapi kita akan mendiskusikannya terlebih dari oleh tim WBA.


3. Apa harapan anda untuk tim Nuvo CLS Knights selama menjalani Program di Australia?

(Jawab) : Yang pasti dengan semua perjalanan itu, tim kita akan menjadi makin solid dan dekat satu sama lain-nya. Selain itu, sangat penting untuk pemain-pemain merasakan atmosfir bertanding dengan tim-tim luar negeri, agar pandangan mereka tentang basket semakin berkembang. Dengan begitu kita mengharapkan mereka tidak pernah puas untuk terus belajar.


4. Selama membawa Nuvo CLS Knights melakukan Try-out ke berbagai Negara, apa ada pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak Nuvo CLS Knights?

(Jawab) : Ada!, ketika saya membawa anak-anak melakukan try-out di Hongkong dan China pada tahun 2009. Saat itu ketika berhadapan dengan salah satu tim junior dari peserta CBA (Chinese basketball association-Liga Profesional di China), para pemain kita di buat kesulitan oleh anak-anak muda.

Dimaz Muhari harus menerima kenyataan pahit, bahwa ada Point Guard (PG) dengan umur 14 tahun dengan tinggi 185cm dengan mudah mempersulit dan membuat Dimaz seperti baru belajar main-basket.

Hal-hal semacam itulah yang saya maksudnya untuk menambah pengalaman dan wawasan anak-anak di dunia luar. Akan sangat banyak sekali pengalaman berharga dari program-program try-out ke luar negeri.


5. Terakhir nih. Apa keinginan anda untuk perkembangan anak-anak Nuvo CLS Knights di waktu yang akan datang ?

(Jawab) : Sebagai seorang Knights, saya ingin anak-anak mendapatkan banyak sekali pelajaran dalam hidup mereka menjadi seorang atlit bola basket. Membuka mata mereka dan berusaha memacu diri untuk lebih maju dari apa yang telah mereka dapatkan.

Jadi yang terbaik di Indonesia aja tidaklah cukup, kalao bisa mereka harus Go Internasional. Kenapa tidak, jika memiliki tekad dan semangat ingin maju. Salah satu contoh, lihat saja Agnes monica lewat dunia Music. Toh, para pemain kita masih relatif muda.


<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Terus Belajar & Menambah Wawasan di Level Internasional



Program latihan (TC) Super Berat Bersama WBA Australia (31 MEI- 13JUNI)

Keberhasilan Nuvo CLS Knights meraih Gelar juara pertama di turnamen Internasional di Surabaya pekan lalu, tidak menjadikan tim asal Surabaya ini puas diri. Dengan bekal dan pengalaman itu, Nuvo CLS Knights akan selalu “haus” untuk terus belajar dan menambah wawasan di dunia bola basket. Menjadi yang terbaik di negeri sendiri, bukanlah sebuah “tolak ukur” yang patut di banggakan. “Kita harus terus belajar dan menambah wawasan di dunia Internasional, tidak pernah ada kata puas dalam kamus kita,” Ujar Christopher Tanuwidjaja selaku Managing Patner Nuvo CLS Knights.


Dua Program telah di siapkan oleh tim manajemen untuk menanggapi hal di atas. Pertama adalah mengikuti turnamen internasional pekan lalu yang banyak sekali pelajaran-pelajaran berharga yang di petik oleh tim. Selanjutnya Nuvo CLS Knights akan melakoni sebuah tantangan tidak kalah penting. Dimaz dkk akan menghadapi sebuah program latihan (TC) bersama WBA (World Basketball Academy) di Perth, Australia pada tanggal 31 Mei – 13 Juni.

Program latihan yang akan di berikan oleh Andrew Vlahov dkk ini dipastikan akan sangat berat. Para pemain akan menjalani 2-3 kali latihan dalam 1 hari. Selama 10(sepuluh) hari latihan di sana, Nuvo CLS Knights juga mendapat kesempatan untuk uji-coba dengan tiga tim SBL(State Basketball League-Semacam Liga Semi-Pro di Perth). Selain itu, satu realita yang menjadikan acuan bagi Anak-anak Nuvo CLS Knights di Australia adalah budaya orang-orang Australia yang selalu me-nomorsatukan kerja keras. Latihan keras dan terus berlatih keras untuk mengapai yang terbaik.


Rombongan Nuvo CLS Knights yang dihuni total 20 orang, dengan klasifikasi 11 pemain beserta 9 official akan bertolak ke Perth, Australia pada hari selasa tanggal 31 Mei. Program latihan akan di mulai 1 Juni sampai dengan 10 Juni. Program latihan itu akan di pimpin oleh beberapa pelatih beken di Australia, seperti ; Andrew Vlahov (Executive Director), Rob Beveridge(Pelatih Kepala), Paul Rogers (Pelatih Center & Forward), dan Blair O’Donovan ( Pelatih Fisik & Fitness).


Ada tiga hal yang menjadi perhatian khusus dari pihak WBA Australia dalam program latihan dengan Nuvo CLS Knights Surabaya yang akan di jalani selama 10 hari di Western Australia Basketball Centre, Perth, Australia. Pertama adalah Meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan kinerja atlit serta tim. Kedua menambah pengalaman, keterampilan (Skill), serta fisik bagi para pemain. Dan terakhir adalah menambah wawasan bagi tim pelatih mengenai ide-ide, strategi, dan bantuan untuk tim.


Salah satu pemain Nuvo CLS Knights yang akan turut berpartisipasi dalam program TC di Australia, Freddy Chen(PF/C) menungkapkan bahwa : program latihan ini sangat baik bagi saya pribadi beserta rekan-rekan semua untuk terus belajar dan menambah kemampuan. Saya sangat antusias menyambut latihan di Australia ini.


Daftar Nama Rombongan Nuvo CLS Knights Berangkat Ke Australia :

OFFICIAL

1. Christopher (Managing Patner)

2. Sherly Humardani (Managing Patner)

3. Sapto Wahyu (Operations Manager)

4. Hennie (Secretary)

5. Erwin Triono (Asst. General Manajer)

6. Risdianto Roeslan (Head Coach)

7. Andre Yuwadi (Strength & Conditioning Coach)

8. Asep Azis (Physio Therapist)

9. Amar Amiri ( Massage Therapist)

PLAYER

1. Agustinus Indrajaya

2. Andrie Ekayana

3. Jeffry Bong

4. Wijaya Saputra

5. Sandy Kusuma

6. Dimaz Muhhari

7. Tony Agus

8. Freddy Chen

9. Elia Prana bukit

10. Ernest Koswara

11. Herman "Wewe' Lo



Rabu, 25 Mei 2011

Nuvo CLS Knights Juara di World Challenge 2011

Tampil Menakjubkan, Hasil JUARA!!!

Nuvo CLS Knights bermain luar biasa di ajang L.A Lights World Challenge 2011. Dengan predikat sebagai tuan rumah, tim besutan Coach Risdianto Roeslan ini berhasil menjadi juara di ajang internasional itu. Ini sebenarnya di luar dari target dari tim pelatih. Target sesungguhnya hanya menampilkan permainan yang baik, dan mampu bertengger di posisi 4(empat) besar. Melihat, bagaimana peta kekuatan dari tim-tim luar yang tidak bisa di anggap remeh bahkan lebih baik dari Nuvo CLS Knights.

Tapi, patut di syukuri seluruh anak-anak ingin sekali menang dan mereka tampil luar biasa. Sama sekali tidak gentar menghadapi nama-nama besar dari lawan, seperti Gold Coast, Melaka Selection, dsb. Selama 5 hari berturut-turut, Indrajaya dkk selalu tampil di dengan semangat ingin mengejar kemenangan. Terlebih ketika berhasil mengalahkan tim kuat asal Australia Gold Coast Scoody ALL-STAR. Indrajaya harus berjuang menjaga pertahanan, Sandy berusaha mematikan point maker dari Gold Coast yakni James Harvey, Jeffry Bong berusaha melakukan tembakan-tembakan-nya, Dimaz beberapa kali harus pontang panting mengejar lawan dan berusaha mencuri bola, dll.


Hal ini sangat bagus, pondasi kuat sebagai pemenang dan juara sudah melekat di hati anak-anak. Kekuatan ini akan menjadi bekal bagi seluruh punggawa Nuvo CLS Knights untuk terus mengejar kemenangan dan juara di kejuaraan atau event-event lainnya. Terutama dalam NBL Indonesia musim depan.


Di ajang LALWC 2011, Nuvo CLS Knights kokoh berdiri di puncak klasemen dengan 4 Kemenangan dan 1 kali Kekalahan. Empat kemenangan di peroleh dengan mengandaskan 3 tim Luar yakni Sunlot China, Melaka Malaysia, dan Gold Coast Australia ; dan 1 tim lokal yakni Muba Hangtuah. Sayang, di hari terakhir Nuvo CLS Knights harus menerima kekalahan dari pesaing berat di NBL Indonesia yaitu Aspac Jakarta. Sebenarnya hasil dari hari terakhir ketika harus menerima kekalahan dari Aspac sudah tidak berpengaruh. Nuvo CLS Knights sudah mengunci gelar di hari ke-empat ketika mengandaskan Muba Hangtuah.


Hasil yang sangat memuaskan ini tidak lepas dari peranan pemain asing. Kehadiran Christopher E. Commons sangat banyak membantu Nuvo CLS Knights meraih Juara di turnamen ini. Chris, acap kali menjadi mesin poin utama, dan menjadi tembok besar di sector defense Nuvo CLS Knights. Padahal, selama di turnamen Chris tampil tidak dalam kondisi terbaik-nya, beberapa kali dia terkena diare dan harus di bawa ke rumah sakit. Tapi itu tidak menghalangi semangat dan dedikasinya untuk mengantarkan Nuvo CLS Knights menjadi Juara.

Ketika di mintai keterangan, Coach Risdianto Roeslan ber-ulang kali memuji penampilan dari anak asuhan-nya. Anak-anak menunjukan progress meningkat dan kemauan mendengarkan instruksi. Itu kunci utama keberhasilan kita. Apalagi beberapa pemain menunjukan perkembangan setelah mendapatkan Minute play dari saya seperti Elia Bukit, Freddy Chen, Bong Jeffry, bahkan Rookie kita Arif Hidayat membalas kepercayaan saya. Saya salute dengan penampilan seluruh pemain.


Menjadi juara di turnamen internasional ini setidaknya menjadi obat bagi Nuvo CLS Knights setelah gagal menjadi jawara di NBL Indonesia musim lalu. Selain itu, ini “Gelar juara” pertama bagi CLS Knights selama kurang lebih 20 tahun tidak pernah merasakan juara di level professional. Selamat Knights !!!


Hasil Pertandingan dari Nuvo CLS Knights di LA Lights World Challenge :

Selasa, 17 Mei 2011 : SHEN LU TAK GUANG TIAN DUI (57) vs NUVO CLS KNIGHTS SURABAYA (75)

Rabu, 18 Mei 2011 : NUVO CLS KNIGHTS SURABAYA (79) vs MELAKA SELECTION (69)

Kamis, 19 Mei 2011 : GOLD COAST SCODY ALL STAR (68) vs NUVO CLS KNIGHTS SURABAYA (77)

Jumat, 20 Mei 2011 : MUBA HANGTUAH IM SUMATERA SELATAN (71) vs NUVO CLS KNIGHTS SURABAYA (91)

Sabtu, 21 Mei 2011 : NUVO CLS KNIGHTS SURABAYA (78) vs DELL ASPAC JAKARTA (93)


Klasemen Akhir :

1. Nuvo CLS Knights

2. Gold Coast Scoody ALL-STAR

3. Aspac Jakarta

4. Muba Hangtuah

5. Sunlot China

6. Melaka Selection