About Us

Rabu, 29 Agustus 2012

CLS Rekrut Mantan Pelatih Timnas Filipina




Tim basket kebanggaan publik Surabaya,CLS Knights, terus melakukan pembenahan untuk menghadapi Speedy NBL Indonesia musim 2012-2013.Juara Preseason Tournament NBL Indonesia 2011-2012 itu telah secara resmi merekrut pelatih baru asal Filipina Edward Santos Vergeire.

Berita tersebut disampaikan secara langsung oleh Managing Partner CLS Christopher Tanu widjaja. Edward akan menggantikan posisi pelatih CLS sebelumnya, Risdianto Roeslan, yang posisinya digeser menjadi general manager. Bergabungnya Edward ke CLS diyakini membuat Speedy NBL Indonesia musim mendatang akan berjalan semakin seru. Sebab, Edward punya track record hebat di Filipina. 

Pelatih yang akrab disapa Coach Dong itu pernah membesut Timnas Filipina pada era 1990-an. Di tangannya, Timnas Filipina mampu dibawa merebut medali emas di SEA Games 1997. 

”Coach Dong tipe pelatih yang mengadopsi gaya main run and gun. Style tersebut sangat cocok diterapkan dengan karakter permainan CLS yang mengandalkan kecepatan. Bergabungnya Coach Dong juga menjadi bukti keseriusan CLS untuk mengincar gelar juara di musim kompetisi 2012- 2013,” tegas Christopher. 

Proses negoisasi antara Coach Dong dan CLS berlangsung cepat. Pendekatan terhadap pelatih tersebut telah dimulai setelah event NBL All-Star 2012 di Surabaya. Tak butuh waktu lama, manajemen CLS memutuskan untuk mengikat kerja sama dengan Coach Dong selama dua musim kompetisi.

Coach Dong pun tak sabar ingin segera memulai kompetisi bersama CLS. Bagi dia, ke sempatan untuk menjajal kompetisi di Indonesia merupakan impian yang telah lama ingin dia wujudkan. Surabaya bukan kota yang asing baginya. Sebab, dia per nah membawa Timnas Filipina bertanding di Kota Pahlawan di turnamen SEABA pada 1996.

”Saat ini saya berusaha untuk beradaptasi dengan karakter pemain-pemain di CLS. Tim ini punya deretan pemain dengan kemampuan spesial. Dengan materi pemain seperti itu, saya percaya tim ini mampu menjadi juara pada musim kompetisi mendatang,” tegasnya. (nay/c8/diq)

Source : NBLindonesia.com

Kamis, 19 Juli 2012

Naga “CHEN” & Singa “LO”







Dalam budaya khas masyarakat Tionghoa yang begitu luas, punya sederetan filosofi-filosofi yang masih kental di aplikasikan kedalam kehidupan sampai saat ini.  Lambang hewan Naga, sering di artikan sebagai hewan paling bagus dan mendatangkan kemakmuran bagi manusia.  Sedangkan Singa merupakan hewan yang dapat mendatangkan keberuntungan dalam kehidupan.  


Di lain sisi, CLS Knights Good Day juga memiliki dua pemain yang erat kaitannya dengan Naga dan Singa.  Berbeda, dalam hal ini adalah pemain yang memiliki karakter seperti Naga dan Singa, bukan seperti filosofi-filosofi menurut budaya Tionghoa.  Karakter kuat terpancar dari NAGA adalah Kuat, Besar, tangguh, dan Menakutkan.  Karakter Keras, Cerdik, Cepat, dan Mematikan nampak dari sebuah hewan Singa.


Dua Pentolan CLS Knights Good Day itu adalah Freddy Chen (26th) dan Herman “Wewe” Lo (23th).  Freddy Chen merupakan pemain yang identik dengan karakter Naga dan dia lebih dulu masuk ke pentas bola basket Profesional pada tahun 2009, sementara Herman Lo atau akrab di sapa Wewe masih tergolong rookie di sana (masuk ke NBL Indonesia pada tahun 2011) dan punya karakter bermain keras, cerdik, cepat dan mematikan di bawa ring.


Uniknya, kedua pemain potensial ini berasal dari daerah yang sama, yakni Pematang Siantar.  Sebuah kota berkembang di propinsi Sumatera Utara.  Bukan sebuah kebetulan, kedua pemain jebolan Ubaya (Universitas Ubaya) sama-sama bermain di posisi Center atau power foward.  Akan tetapi karakter gaya permainanlah yang menjadi membedakan mereka berdua.  Tidak jarang, perpaduan Freddy dan Wewe dilapangan menjadi senjata bagi CLS Knights menghadapi lawan-lawannya.  Dengan kehadiran mereka juga, membuat CLS Knights Good Day Surabaya makin menyeramkan.


Puncaknya, hanya ada satu target dalam diri Freddy dan Wewe, untuk mengantarkan CLS Knights Good Day ke tangga Juara, dan menjadi Dua orang warga Pematang Siantar yang pernah mencicipi Gelar juara di level profesional. (rntj)


Biodata
Freddy Chen
Lahir : 7 Februari 1986
Tinggi/Berat : 192cm/ 83kg


Herman Lo
Lahir : 28 Februari 1989
Tinggi/Berat : 193cm/ 90kg



Perjalanan Karir
Freddy Chen
“Saya bermain basket semenjak SMA, awalnya di ajak oleh teman-teman karena postur tubuh saya sudah menjulang tinggi.  Entah di kemudian hari, saya bertemu dengan seorang pemain bola basket yang sudah veteran, dan dia tertarik dengan saya.  Mulai dari situ saya terus berlatih basket dengan pemain veteran itu dan dia yang mengajarkan berbagai macan teknik bermain basket yang benar.  Salah satu teknik yang di ajarkan adalah teknik menembak Sky hook hehe..  Setelah lulus SMA, saya bergabung dengan tim basket Mikroskil Medan, dari sana saya mulai eksis di dunia basket sampai sekarang.”


Herman Lo
“Awal mula bermain basket pada saat SMA kelas 1, saat itu lagi ada pertandingan antara OSIS kelas.  Karena kelas saya tidak ada pemain, saya di ajak teman karena badan saya yang tinggi. Dan kelas aku langsung juara.  Mulai dari sana, saya kembali di ajak oleh teman untuk ikut klub basket sekolah, yah hitung-hitung mengisi waktu luang saja.  Akhirnya saya berhasil jadi pemain inti dan mengantarkan tim sekolah saya menjuarai beberapa turnamen di Medan.  Setelah lulus SMA, saya di ajak untuk bergabung dengan Mikroskil Medan.  Dari Mikroskil Medan saya di tarik menuju CLS Knights.  Sebelum bermain di CLS Knights, saya bermain di level Libamanas bersama tim UBAYA (Universitas Ubaya).”


Kelebihan & Kelemahan
Freddy Chen
(Kelebihan)  Semangat tinggi mewarnai permainan Freddy.  Cukup berani bermain di bawa ring dengan menghadapi musuh yang lebih besar dan memiliki lompatan yang tinggi.  Punya kemampuan istimewa yaitu tembakan Sky hook.  Keunggulan postur dalam block, rebound dan slam dunk.

(Kekurangan)  Over confidence (terlalu percaya diri).  Size badan yang kecil untuk posisi Bigman di Indonesia.  Akurasi tembakan dan free throw yang  buruk.  Man to man marking yang masih lemah.  


Herman Lo
(Kelebihan)  Pandai membaca situasi.  Cerdik dalam mencari posisi.  Handal dalam melakukan penjagaan.  Punya skill layaknya seorang Point guard.  Punya gerakan Cepat untuk ukuran seorang Center.


(Kekurangan)  Masih butuh Jam terbang.  Akurasi tembakan yang masih lemah.  Inkonsisten penampilan.  Size badan yang kurang berotot.  Terlambat panas.


NBA Favorite Team & Player
Freddy Chen
Boston Celtics dan Kevin Garnett


Herman Lo
Phoenix Suns dan Steve Nash



Kesan Tentang CLS Knights Good Day
Freddy Chen

Saya senang bermain di CLS Knights, tim ini memiliki deretan pemain senior yang banyak membantu dan manajemen yang tangguh.  Saya enjoy bermain untuk CLS dan warga Surabaya.  


Herman Lo
Gue bangga bisa bergabung dengan CLS Knights Good Day.  Walaupun musim pertama saya di sana, harus merasakan kegagalan. Masih ada musim depan, so keep Fight...


Sabtu, 05 Mei 2012

CLS Gagal Mengapai Impian


CLS Knights Good Day Surabaya gagal mengejar impian mereka untuk Menjuarai Flexi NBL Indonesia 2011/2012.  Kegagalan itu tentu sangat menyakitkan, dimana ekspetasi tinggi dari para penggemar bola basket  dan target yang tentu di canangkan oleh tim Manajemen adalah Juara.  Kegagalan tahun itu memang terasa sangat berat sekali, kesedihan pun terpancar dari seluruh jajaran pemain dan official dari CLS Knights Good Day.  Padahal, Indrajaya dkk sempat meraih hasil positif di laga pembuka Championship Series dengan mengalahkan Garuda Bandung dengan skor 54-45.

Sayangnya, hasil Positif itu tidak terulang lagi di pertandingan selanjutnya dalam babak Championship Series yang di laksanakan di kota Yogyakarta, yang mengunakan regulasi format Double Elimination. Di babak selanjutnya itu, CLS harus mengakui keunggulan Satria Muda 53-61.  Kekalahan tersebut di sebabkan buruknya peforma dari para pemain CLS, bukan karena lawan yang tampil lebih baik.  Banyak sekali kesalahan-kesalahan dasar dari para pemain CLS malam itu.  Kekalahan tersebut membuat tim besutan Risdianto Roeslan itu kembali bertemu dengan Garuda Bandung dalam partai do-or-die untuk memperebutkan jatah tiket ke Semifinal.  

CLS Knights Good Day dan Garuda Bandung sama-sama memiliki 1 kekalahan.  Dimana dalam Format Double Elimination, setiap tim yang telah kalah dua kali harus tersingkir.  

Bertemu dengan Garuda yang kedua kalinya di Championship Series tidak membuat anak-anak tampil sebaik pertemuan pertama.  Kembali lagi penyakit yang terjadi ketika bertemu dengan Satria Muda terulang.  Kesalahan-kesalahan yang di timbulkan oleh para pemain sendiri.  CLS Knights GoodDay harus mengakui keunggulan Garuda 59-67 malam itu.  Hasil itu membuat CLS harus tersingkir dari Championship Series dan Garuda Bandung melaju ke partai Semi Final.  "Dari akurasi free throw aja sudah jelas sebab kekalahan kami. Ini kesalahan kami sendiri,"Kata Shooting Guard Saputra Wijaya seperti yang di kutip dari NBLIndonesia.com.

"Kami mohon maaf kepada seluruh fans, hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita impikan," ungkap Sandy Kusuma di account Twitter-nya. "Terima kasih sudah mendukung kami selama 1 musim ini.  Musim depan kita akan kembali lagi dengan semangat baru.  Kalian luar biasa," tambah Sandy Kusuma Shooting Guard CLS Knights yang berasal dari Jember. 

(rntj)
Photo By Jawapos Group

Hasil Championship Series Flexi NBL Indonesia 2011/2012 di Yogyakarta :
Game 1 : CLS Knights Good Day vs Garuda Speedy Bandung 67-59
Game 2 : CLS Knights Good Day vs Satria Muda Jakarta 53-61
Game 3 : CLS Knights Good Day vs Garuda Speedy Bandung 59-67

Turun Satu Peringkat




Bertengger di Peringkat 5 Klasemen Flexi NBL Indonesia 2011/2012
Dalam Flexi NBL Indonesia 2011/2012, CLS Knights Good Day Surabaya mencatatkan hasil yang berbeda dengan musim lalu atau bisa di katakan bahwa musim ini menurun di banding dengan musim lalu.  Jika musim lalu, CLS berhasil finish di peringkat 4(empat) Klasemen dalam Seri Reguler.  Tahun ini Dimaz dkk harus puas bertengger di peringkat Lima Klasemen.  Itu menandakan CLS Knights harus turun satu peringkat di banding musim sebelumnya.


Untuk Musim 2011/2012, sebanyak 33 pertandingan di lalui oleh setiap tim (total ada 12 tim).  Dimana masing-masing tim akan bertemu sebanyak 3 kali, dalam 6 Seri di berbagai kota.  Seri pembuka di selenggarakan di kota Bandung, dan di akhiri di kota Jakarta.  CLS Knights Good Day sendiri mencatatkan Statistik dengan rekor 23 Kemenangan dan 10 Kekalahan dari total 33 laga yang di jalanin dalam seri reguler. Total Poin yang di bekukan adalah 56 poin, selisih 3 poin dengan peringkat 4 yaitu Garuda Bandung. 


Hasil di reguler kami memang tidak konsisten di tiap-tiap seri.  Itu pelajaran bagi kami dari pemain untuk terus bekerja keras dan berbenah," Ujar Dimaz Muhhari memberikan pendapatnya.  Hal senada juga di tegaskan oleh Christopher Tanuwidjaja selaku Managing Partner CLS Knights Good Day, "Permainan anak-anak selalu naik turun di tiap-tiap seri, padahal secara kualitas mereka bisa lebih baik dari hasil ini.  Tapi saya tetap bangga dengan kerja keras mereka, terima kasih sudah fight selama musim ini".


Produktifitas Para Pemain
Dari catatan statistik para pemain di musim 2011/2012, Nama Sandy Kusuma (SG) bertengger di posisi pertama pencetak skor terbanyak bagi CLS Knights Good Day 280 poin (8.4 Poin/Game).  Di susul kemudian oleh Andrie Ekayana (SF) dengan 272 poin (8.7 Poin/game). Yayan sapaan akrab Andrie Ekayana hanya bermain sebanyak 31 game sedangkan Sandy tampil di seluruh pertandingan di seri reguler sebanyak 33 game.  


Untuk urusan FG (Field Goal) terbaik, di pegang oleh Andrie Ekayana dengan 45.8%. Hasil ini juga membuktikan bahwa Andrie Ekayana mulai kembali pada peforma terbaiknya, walaupun musim lalu harus mendekap dengan cidera yang di deritanya.  "Saya hanya berusaha untuk selalu maksimal di setiap kesempatan yang di berikan oleh pelatih.  Ngak ada lain selain main mati-matian untuk tim", Ungkap Yayan mengenai perolehannya tersebut dengan rendah hati.


Sang kapten Agustinus Indrajaya memimpin perolehan Rebound terbanyak, dengan total 192 (6.4 Rebound/game).  Di susul dengan Dimaz Muhhari di peringkat kedua 182 (5.5 Rebound/game).  Ini sebuah fakta yang cukup mengejutkan, bahwa seorang Point Guard bisa memperoleh Rebound yang sangat banyak.  Sedangkan untuk Assist dan Steal, Nama seorang pemuda asal Binjai masih menjadi yang paling Produktif.   Dimaz Muhhari mengumpulkan 119 Assists dan 95 Steals bagi CLS Knights Good Day.


(rntj)
(Photo by Yoga Prakasita)






Jumat, 20 April 2012

Turnamen Internasional : Sultan Azlan Shah Cup, Malaysia




Beda Level, Mencari Pengalaman
Beberapa pekan lalu, tepatnya pada tanggal 25 Maret-1 April 2012 tim asal Surabaya yakni CLS Knights baru saja berpartisipasi dalam sebuah turnamen Internasional yang bernama Sultan Azlan Shah Cup, yang berlangsung di kota Ipoh, Malaysia.  


CLS Knights merupakan satu-satunya tim wakil dari Indonesia, di ikuti oleh beberapa tim dari manca-negara seperti, Gold Coast Australia, Xia-Men China, FEU Filipina, Royal Thai Navy Thailand, Norman University Taiwan, Perak Selection Malaysia sebagai tuan rumah dan satu tim dari Singapura.

Berhubung, jadwal turnamen Sultan Azlan Shah Cup bersamaan dengan di bergulirnya NBL Indonesia musim 2011/2012, kesempatan untuk tampil di turnamen Internasional tersebut di berikan kepada para pemain Junior dari CLS Knights. 

Tim yang berangkat itu di isi oleh sederetan para atlit-atlit muda yang sedang mengikuti program pembinaan di CLS untuk di persiapkan menjadi atlit profesional kedepan-nya.  Selain itu, ada beberapa pemain tambahan yang berasal dari tim Mahasiswa ITHB (Juara Liga Mahasiswa 2011) seperti, Januar, Kaleb Ramot, dll.

Sultan Azlan Shah Cup ini mengunakan sistem Setengah Kompetisi, dimana di bagi menjadi 2 pool.  Tim CLS Jr sendiri berada satu pool dengan FEU Filipina, Xiamen China, dan Thailand.  Dari 3 pertandingan yang di jalananin di penyisihan grup, Wisnu dkk harus menelan 3 kekalahan.  Di game pembuka, tim Junior kita harus mengakui keunggulan pengalaman dari tim Thailand 75-81,  Kedua berhadapan dengan tim yang berasal dari negara yang merajai bola basket di Asean : Filipina 30-87 , dan terakhir dari tim Xiamen China 52-69.  Dan akhirnya Xiamen China berhasil menjuarai turnamen itu dengan mengalahkan FEU Filipina di partai puncak dengan skor 90-64.  Di peringkat ketiga ada Gold Coast Australia yang berhasil mengalahkan Norman University Taiwan 103-87 di perebutan tempat 3/4.

Harus di akui, bahwa level turnamen Internasional tersebut di peruntukan bagi tim senior kita, karena lawan-lawan yang ikut berpartisipasi memang selevel dengan tim-tim NBL, bahkan ada yang di atas rata-rata tim NBL.  Seperti, tim dari Malaysia yang mengunakan 2 pemain asing (Import),  Singapura yang menurunkan tim nasional-nya, dan Thailand yang memakai beberapa pemain nasional.  Sedangkan tim dari China dan Australia, menurunkan tim yang sama seperti L.A World Challenge 2011 lalu di Surabaya ditambah dengan beberapa pemain yang lebih bagus.

Lawan terberat yang di rasakan oleh para pemain di saat mengikuti turnamen itu adalah ketika berhadapan dengan tim asal Filipina.  Tim Filipina itu sebenarnya adalah kumpulan para pemain muda yang berlaga di kompetisi mahasiswa. “Fundamental mereka bagus sekali, dan mainnya keras,”pendapat Wisnu Saputra.  Tim CLS Knights Junior yang kali ini di arsiteki oleh Andre Yuwadi, berhasil mencuri 1 kemenangan ketika berhadapan dengan tim Singapura dengan skor 67-53 dalam perebutan posisi 7/8.  Kemenangan itu sangat mengembirakan para pemain, karena lawan yang di hadapi adalah kumpulan para pemain Nasional dari negara Singapura.

Keseluruhan, kemenangan atas Singapura dan perlawanan yang kuat kepada tim-tim lain itu sudah kebanggaan bagi tim CLS Junior.  Tujuan utama kita tentu mencari sebuah pengalaman berharga di ajang-ajang internasional.

“Pokok-nya banyak sekali pengalaman-pengalaman yang bisa di dapat dari Malaysia.  Salah satunya yang aku petik itu belajar untuk konsisten tiap pertandingan.  Karena aku merasa pada saat tanding kadang bagus, kadang jelek,” Kata Wisnu Saputra.  Konsisten itu butuh proses, jadi harus latihan yang giat dan bagus.  Terus satu lagi yang menjadi perhatian yaitu teknik fundamental basket yang sangat penting,” tambahnya.

Pemuda Asal Lombok dan Anak Polisi Bikin Kaget  5 Negara
Selama perlehatan turnamen Sultan Azhah Cup di Malaysia itu, seorang pemain dari CLS Knights Junior berhasil tampil luar biasa dengan mencetak 41points dalam 1 pertandingan.  Tepatnya, ketika berhadapan dengan tim asal Thailand Royal Thai Navy.  Dia adalah Wisnu Saputra, pemuda asal Lombok (NTT) itu berhasil berkali-kali menceploskan tembakan-tembakan 3pts ke pertahanan tim Thailand.

Pemain yang di besarkan dalam keluarga yang sangat dekat dengan dunia Militer, dimana Ayah dari Wisnu merupakan seorang Polisi. Sebelum memutuskan untuk fokus di dunia basket, Wisnu pernah mengikuti sebuah test Akpol (Akademi Polisi). Sehingga, malam itu seorang Wisnu membuat pusing tim Thailand yang saat itu di wakilkan oleh para pemain dari angkatan laut.  Seolah-olah para pemain tim Thailand itu di buat mabuk kepayang oleh seorang anak dari Polisi Indonesia.

Begitu berhadapan dengan FEU Filipina, pemuda dengan postur 175cm itu langsung menarik perhatian tim lawan.  Mulai dari awal sampai selesai pertandingan, Wisnu di Box-in-One.  Di jaga sangat ketat dan tidak di biarkan untuk berkembang.  Dalam game ketiga yang berjumpa dengan Xiamen China, kembali lagi Wisnu menjadi pendulang poin tertinggi untuk tim-nya.  Padahal lawan yang di hadapi memiliki postur tubuh yang lebih besar dan tinggi-tinggi.

Penampilan yang Spektakuler itu setidaknya telah membuat beberapa negara kaget luar biasa.  Gold Coast, FEU Filipina, dan Malaysia sedikit menunjukan ketertarikan mereka terhadap pemuda tersebut.

Mengenai peforma tersebut, Wisnu mengungkapkan “Saya tidak memikirkan berapa poin pun yang saya cetak untuk tim, bagi saya yang terpenting adalah tampil maksimal dan membawa tim untuk meraih kemenangan.  Itu saja!”. 

(rntj)


Kejadian Unik Ala Tim Pelatih “CLS Knights”


Risdianto Roeslan, Erwin Triono, dan Andre Yuwadi Punya Pengalaman di Championship Series Musim Lalu

Menghadapi tekanan dan beban yang sangat berat dalam Championship Series tentu saja bukan hanya di rasakan oleh para pemain, para tim pelatih pun merasakan hal yang sama atau bahkan lebih berat lagi.  Berbagai hal-hal kecil pun di siapkan oleh tim Pelatih guna untuk meraih hasil yang maksimal bagi tim-nya.  bukan hanya mempersiapkan, tim pelatih harus terus memikirkan hal-hal yang akan di lakukan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.  Oleh karena itu sosok pelatih merupakan jendral bagi tim di lapangan maupun di luar lapangan.  Akan sangat banyak cerita-cerita menarik dari tim Pelatih yang terjadi  di dalam persiapan-persiapan menghadapi Championship Series.

Trio  pelatih CLS Knights Good Day : Risdianto Roeslan (Head Coach), Erwin Triono(Ass. Coach), dan Andre Yuwadi (Ass. Strenght &Condition Coach) punya pengalaman hebat tersendiri dalam persiapan mengarungi Championship Series NBL Indonesia musim lalu.  Berikut beberapa pengalaman menarik yang di alami oleh tim pelatih CLS Knights :

Kurang lebih seminggu sebelum berhadapan dengan Garuda Bandung di awal Champ Series, karena tekanan dan beban yang akan di hadapi, para tim pelatih itu seperti orang yang stress.  Karena tekanan itu tadi, berbagai kegiatan di luar melatih pun banyak yang di manfaatkan untuk melepaskan beban besar sesaat.  Banyak sekali kejadian-kejadian unik yang terjadi dalam perjalanan CLS Knights di Championship Series yang berhasil masuk final dan harus menyerah dengan Satria Muda di partai puncak itu.  Kejadian-kejadian ini antara percaya maupun tidak terjadi dengan sendirinya tanpa di sadari. 

Jas dan Hem Baru
Salah satunya adalah kesepakatan untuk membeli Jas dan hem baru dalam menjelang Championship Series.  Ide itu awalnya di kemukaan oleh Coach Risdianto Roeslan dan di tanggapi serius oleh rekan-rekannya. “ Kalo CLS menang lawan Garuda saya mau beli jas yang baru,” Ujar Cak Risdi.  Langsung saja di tanggapi oleh Coach Andre Yuwadi, “ boleh, minimal yang bagusan dikit, Merk Calvin Klein deh”. 

Begitu pada saat final, Cak Risdi mengunakan jas baru-nya, dan di pertandingan itu CLS harus meraih kekalahan di partai puncak.... “ Wah ini gara-gara jas baru deh, tau gitu pake jas lama saja biar beruntung seperti lawan Garuda dan Pelita jaya”, Keluh Coach Risdianto Roeslan.

Semir Sepatu
Selain itu, ada sebuah kejadian aneh lagi yang di alami oleh tim pelatih dari CLS Knights, yaitu mengenai fenomena Semir sepatu.  Kegiatan semir sepatu itu selalu di lakukan sebelum menjelang pertandingan dengan Garuda Bandung.  Awal mula-nya kegiatan semir sepatu itu di lakukan oleh Andre dan Cak Risdi.  Kemudian Coach Erwin dan Coach Amran juga minta tolong untuk menyemirkan sepatunya. 

Kegiatan itu kembali di lakukan pada saat berhadapan dengan Pelitajaya, Dan terbukti efek dari Semir sepatu tersebut sangat ampuh untuk mengantarkan CLS Knights ke partai puncak.  Kegiatan itu terus di lakukan sampai pada hari penentuan di partai final,  akan tetapi malam sebelum final itu Coach Andre tidak sempat untuk menyemir sepatu dari Coach Amran karena kesalahpahaman.  Sehingga pada hari H, tim CLS harus menelan kekalahan.  Sehingga efek “Semir Sepatu” tersebut di sangkut-sangkutkan... “ Wah Andre, ini gara-gara Gue belum semir sepatu,” Ungkap Coach Wan Amran menanggapi kekalahan tersebut.

ID Card
Sangking Stres dan tegangnya menghadapi pertandingan.  Coach Risdianto Roeslan yang pada saat itu bertugas sebagai Asisten Coach sampai-sampai harus tidur dengan tetap mengenakan Id Cardnya.  Bahkan ketika sebelum berhadapan dengan Garuda Bandung, Cak Risdi melakukan rutinitas untuk mengelus-elus Dasi yang dia kenakan pada saat mendampingi  CLS Knights Good Day.  Padahal dasi yang dia kenakan tersebut sudah rusak dan tidak layak untuk di kenakan.

Kembali mengenai ID Card, ID Card tersebut selalu di kenakan oleh setiap official dari tim di lapangan.  Ketika berhadapan dengan Garuda dan Pelita Jaya, Id Card tersebut tidak pernah lepas dari leher Coach Risdi.  Anehnya, pada saat pertandingan final, Cak Risdianto lupa mengenakan ID Card yang dia miliki, dan ternyata tanpa mengunakan ID Card itu kembali lagi di sangkut pautkan dengan kekalahan malam itu.  “ ID Cardnya saya taruh di kantung, tapi lupa di kenakan.  Mungkin karena pakai Jas baru ”, Ujar Coach Risdianto Roeslan.

Orang Mati dan Orang Kawin
Ketika sedang bertanding di Bali, Coach Wan Amran pernah mengungkapkan sesuatu kepada Asistennya, “ Gue kalo ketemu orang kawin, bawaannya sial aja.  Tapi, kalo ketemu orang mati pasti hokinya gede,”.  Entah mengapa pada malam pertandingan tersebut Kak Amran (sapaan akrab) menjumpai orang kawin dalam perjalanannya bersama tim sebelum ke lapangan pertandingan.  Dan akhirnya malam itu CLS Knights harus takluk dari Garuda di seri Bali sebelum Championship Series.

Hal yang sama terjadi juga dalam momen Championship Series di Surabaya.  Bedanya ketika perjalanan menuju DBL Arena (venue) untuk pertandingan pertama melawan Garuda, Coach Andre Yuwadi melihat bus yang mereka kenakan bersama pemain berpas-pasan dengan iringan jenazah.  Tanpa di sadari, dalam pertandingan tersebut tim CLS Knights berhasil menyingkirkan tim Garuda di Championship Series.

Selanjutnya, ketika berhadapan dengan Pelita jaya di semifinal, bus yang memuat rombongan tim CLS Knights bertemu dengan unsur orang mati.  Kali ini, dalam perjalanannya menuju DBL Arena bus tersebut melewati sebuah kuburan di kota Surabaya.  Padahal arah perjalanan menuju Venue tersebut berbeda dengan arah perjalanan biasa-nya.  kembali lagi efek bertemu orang mati tersebut menghasilkan kemenangan bagi Dimaz dkk.

Nah, begitu di partai puncak (final) hal berbeda pun terjadi.  Saat latihan pagi menjelang partai final, salah satu official dari CLS Knights membawa sebuah undangan pernikahan salah satu rekan-nya untuk di bagi-bagikan kepada para pemain.  Pada saat itu, Coach Andre Yuwadi menyadari mengenai efek Orang Kawin.  Oleh karena itu, pada perjalanan menuju Venue, coach Andre meminta untuk melewati jalur yang di lewati saat sebelum berhadapan dengan Pelitajaya agar melewati sebuah Kuburan biar sebagai penangkal.  Akan tetapi, hasilnya CLS Knights harus takluk terhadap Satria Muda di partai final itu.  Sekali lagi tanpa di sadari Mitos apa yang di katakan oleh Coach Amran itu terjadi. .. “Kurang manjur nih penangkalnya,” pendapat Andre Yuwadi. (rntj)

(Photo By Jawa Pos Group)

Kamis, 12 April 2012

Mimpi Buruk Usai



CLS Knights Good Day Sapu Bersih di Seri Penutupan Musim Reguler

Kota Jakarta menjadi venue penutupan Flexi NBL Indonesia untuk musim reguler 2011/2012.  Sebelumnya, perlehatan NBL Indonesia di selenggarakan di kota Surabaya yang di sebut-sebut sebagai Ibukota Basket Indonesia.  Dari kedua kota ini memiliki cerita berbeda dalam perjalanan tim CLS Knights Good Day Surabaya.
Di Surabaya, mimpi buruk menghampiri tim yang bermarkas di Jl. Kertajaya Indah itu.  

Dari enam pertandingan yang di jalanin, CLS harus menelan empat kekalahan dan hanya meraih 2 kemenangan.  Selama perjalanan di musim reguler NBL Indonesia 2011/2012,  Statistik mengatakan bahwa seri 5 (lima) di Surabaya adalah yang terburuk bagi Dimaz dkk.  Padahal, dengan dukungan fans yang luar biasa dan bermain di kandang sendiri seharusnya menjadi senjata tambahan untuk meraih hasil lebih baik lagi.

Berbeda dengan Surabaya, pencapaian di kota Jakarta jauh lebih memuaskan dan bahkan merupakan sebuah jawaban bahwa mimpi buruk di Surabaya telah usai.  Di seri penutupan musim reguler tersebut, CLS Knights Good Day tampil dengan gagah dan tanpa terkalahkan. 

“Kami membuktikan kepada semua orang meski sempat gagal di Surabaya, mimpi buruk itu tidak terulang lagi dan telah usai.  Kami siap bersaing kembali mengejar Juara”, Pendapat Agustinus Indrajaya selaku kapten dari CLS Knights Good Day.

Pasific, Satya Wacana, BSC Jakarta berhasil di kalahkan dengan perbedaan selisih yang cukup jauh.  Bahkan Dua tim yang pernah mengalahkan CLS di seri 1 lalu, Muba Hangtuah dan Stadium Jakarta juga di paksakan untuk bertekuk lutut. 

Kendati demikian, hasil sempurna di Jakarta tersebut tetap tidak membuat puas jajaran tim pelatih yang pimpin oleh Risdianto Roeslan atau Cak Risdi (Sapaan Akrab-nya).  “ Masih banyak yang perlu di benahi dari penampilan tim ini, guna menyambut seri yang paling berat yakni Championship Series.  Banyak hal-hal teknis yang perlu di benahi, salah satunya adalah Defense.  Selain itu, Mental juga menjadi perhatian khusus bagi saya.  Anak-anak ketika unggul, mulai kehilangan fokus di lapangan.  Hal-hal kecil tersebut akan sangat fatal”, pendapat-Nya.

Selama seri di Jakarta itu,  beberapa pemain juga menunjukan peforma yang meningkat.  Seperti Agustinus Indrajaya yang beberapa pertandingan menjadi lumbung poin bagi CLS Knights dan sosok yang sangat tangguh di area pertahanan.  Bukan hanya itu, penampilan menawan dari Indra juga di sertai dengan dua kali aksi Slam dunk ketika berhadapan dengan Satya Wacana dan Pasific. 

Beberapa pemain juga bermain cukup baik selama seri di Jakarta, seperti Wijaya Saputra di lewat tembakan-tembakan jarak jauhnya, Dimaz Muhari dengan kemampuan mencuri bola dan memberikan umpan kepada rekannya, dan lain sebagainya.  Penampilan di Jakarta tersebut juga di manfaatkan untuk lebih banyak melakukan rotasi dan memberi kesempatan kepada pemain-pemain yang jarang mendapatkan waktu bermain. 

Hasil positif di Jakarta membuat kepercayaan diri para pemain kembali meningkat.   Tapi itu tidak akan membuat kami berbangga diri dan sombong.  Kami (CLS Knights Good Day) akan terus berusaha dan bekerja keras dalam mempersiapkan diri di Championship Series dua pekan kemudian.  Semoga apa yang kami inginkan dapat tercapai, yaitu Juara.  #BEL1EVE

(Photo By NBLIndonesia.com)

Hasil Seri VI NBL Indonesia 2011/2012 di Jakarta :
Game 1 : CLS Knights Good Day vs Muba Hangtuah 56-53
Game 2 : CLS Knights Good Day vs Stadium 73-65
Game 3 : CLS Knights Good Day vs Pasific Surabaya 85-39
Game 4 : CLS Knights Good Day vs Satya Wacana 73-38
Game 5 : CLS Knights Good Day vs BSC Jakarta 67-32