About Us

Selasa, 12 Oktober 2010

Minimal Runner-Up, kalau Bisa JUARA


nblindonesia.com - 11/10/2010

OPTIMISME tinggi diusung Nuvo Cahaya Lestari Surabaya (CLS) Knights jelang seri perdana National Basketball League (NBL) Indonesia 2010–2011. Tim yang pada musim terakhir IBL menembus final four itu menaikkan target. Musim ini, target minimal mereka adalah menjadi runner-up. Namun, kalau ada peluang jadi juara, mereka tidak segan untuk menyabetnya.


Target tinggi itu dikumandangkan oleh CLS saat launching di Hotel Bumi Surabaya (10/10). Launching tersebut dihadiri semua komponen tim minus pelatih kepala W. Amran. Dia harus absen karena orang tuanya wafat. ”Saya kira, minimal runner-up. Kalau bisa, juara,” kata General Manager CLS Bambang Susilo.


Perkataan Bambang itu bukan tanpa alasan. Acuannya, taktik, teknik, dan mental skuad CLS tahun ini sangat kuat. Masuknya Amran semakin menyolidkan ke kuatan CLS. Bukti paling sahih, dalam ajang preseason tournament Juli lalu di Malang, CLS menjadi runner-up. Mereka bisa mengalahkan Pelita Jaya Esia Jakarta dan Satria Muda (SM) Britama Jakarta pada babak penyisihan. Sayang, di final Dimaz Muharri dkk dikalahkan oleh SM.


Manajer Operasional CLS Simon Wong menambahkan, skuad CLS yang berjumlah 13 orang adalah yang tersedikit di antara sembilan kontestan lain. Meski demikian, Simon menuturkan bahwa skuad yang minimalis tidak membuat CLS berkecil hati. ”Target kami tentu maksimal. Saat preseason, kami bisa menjadi runner-up. Itu menjadi modal kami,” papar dia.

Kapten CLS Agustinus Indrajaya menyatakan, persiapan CLS saat ini sudah 100 persen. Selama masa rehat kompetisi setelah preseason, timnya terus berlatih keras untuk menyempurnakan kemampuan. CLS juga beberapa kali menjalani pertandingan persahabatan. Termasuk yang terakhir, yakni laga melawan State Basketball League (SBL) All-Star dari Western Australia (WA) di Surabaya (2/10).


Indra mengatakan, CLS sangat mewaspadai kekuatan dua tim dalam NBL musim ini. Yakni, SM dan Pelita. ”Namun, kekuatan seluruh tim sangat merata. Setiap laga akan ramai. Siapa yang juara adalah siapa yang paling fokus dalam pertandingan. Kami optimistis bisa mencapai yang terbaik,” ungkap dia. (nur/c11/ang)
Sources:

Sabtu, 02 Oktober 2010

Kalah Tapi Tidak Berhenti Semangat


Score akhir untuk pertandingan persahabatan malam ini adalah:
CLS Knights (39) - SBL All Star Australia (68).

Menghadapi lawan dengan rata - rata postur tubuh yang besar, para pemain CLS Knights mengalami kesulitan menerobos "paint area" (area dekat / bawah ring).
Sampai kuarter kedua selesai semua poin CLS Knights adalah dari area luar. Sandy Kusuma dan Jeffry Bong menjadi penyumbang angka terbanyak, yang semua dari area 3 Points.
Kuarter kedua berakhir dengan skor CLS Knights 18 - SBL All Star 31, Sandy dan Jeffry berdua meraih 78% perolehan Tim dengan total 14 points.

Memasuki kuarter ketiga, para pemain CLS Knights bersemangat untuk mengejar ketinggalan. Namun sayang keadaan tersebut malah menjadi bumerang, karena kurang sabarnya melakukan eksekusi serangan.
Ada suatu saat CLS Knights melakukan turn over, yang akhirnya diselesaikan dengan Fast Break dan Slam Dunk oleh pemain dengan nomor punggung 9 dari SBL All Star Australia.
Pertahanan SBL All Star di paint area pun tidak mengendur sedikitpun. Berkali - kali Agustinus Indrajaya terkena Block oleh Center SBL All Star yang tingginya lebih dari 2 meter.

Memasuki kuarter akhir dengan skor tertinggal 49 - 26, Coach Amran menginstruksikan untuk beralih ke pola Zone Defense.
Strategi tersebut cukup berhasil dalam meredam serangan SBL All Star.
CLS Knights banyak mendapatkan Steal dan memaksa SBL All Star melakukan turn over dengan strategi pertahanan tersebut.
Sampai detik akhir pertandingan para pemain CLS Knights tetap menunjukan semangat yang mengebu - gebu meski skor sudah tertinggal jauh.

Andrie Ekayana, yang masih dalam tahap pemulihan dari cedera lututnya, memberikan tanggapan yang menyatakan dirinya cukup puas dengan permainan teman - temannya malam ini.
"Yang penting dalam Defense sudah bagus. Cara jaga Man to Man sudah rapat, saat Zone Defense kita banyak dapat Steals. Yang harus dibenahi adalah transisi Offense ke Defense harus lebih cepat, juga kerajinan dalam melakukan Box Out sebelum Rebound harus lebih lagi", ungkap Yayan (sapaan akrab Andrie Ekayana).
"Kita memang kalah postur, tapi anak - anak tidak berhenti untuk menunjukan semangat untuk menghentikan lawan".

Apa yang ditunjukkan oleh CLS Knights malam ini akan menjadi bekal yang sangat baik untuk season NBL Indonesia 2010.
Go Knights! Keep up the Spirit!
Photo by look at me - photographie
Kelvin

Jumat, 01 Oktober 2010

Be Part of Us



Dapatkan pula Discount untuk setiap pembelian produk Power Balance di sekretariat CLS Knights, sebesar: 15% untuk Platinum Card, 10% untuk Gold Card dan 5% untuk Silver Card.

Power Balance - Performance Technology
Official CLS Knights Supplier

Kamis, 30 September 2010

Introducing: The Juniors



Sudah beberapa hari ini, status twitter dan facebook CLS Knights terus aktif mengupdate hasil pertandingan CLS Junior di Turnamen CLS Cup 2010.

Sebenarnya siapa dan apa sih CLS Junior itu?
CLS Junior adalah sebuah program pembinaan Tim Basket muda amatir.
Dalam program ini, bukan hanya skill Basket mereka saja yang diasah, tapi CLS juga bekerja sama dengan Universitas Surabaya (UBAYA)untuk memberikan mereka beasiswa pendidikan. Melalui kerja sama ini para pemain muda ini juga dituntut untuk berprestasi dalam bidang pendidikan formal.

Para punggawa CLS Junior memang dipersiapkan dan diharapkan dapat menjadi regenerasi bagi tim CLS Knights di masa yang akan datang.
Oleh karena itu, CLS Junior terdiri dari para pemain muda pilihan dari seluruh Nusantara.
Sebagian besar dari mereka sudah memiliki prestasi individu yang berskala Nasional, baik di level Basket Pelajar maupun Mahasiswa.

Sejak hari Selasa yang lalu (28 September 2010) sampai hari Sabtu, 2 Oktober 2010, Yayasan CLS menggelar sebuah Turnamen Basket amatir yang diikuti oleh 6 Tim:
- CLS Jr
- PIMNAD (KOBATAMA)
- Go Skate Surabaya (KOBATAMA)
- Pacific Surabaya (KOBATAMA)
- Halim Kediri (KOBATAMA)
- NSHGMC (KOBATAMA)
Selama 3 hari Turnamen berlangsung, CLS Jr sudah berhasil merebut 3 kali kemenangan atas Pacific Surabaya, PIMNAD, dan Halim Kediri.


Berikut adalah Roster dari CLS Junior yang bertanding di Turnamen CLS Cup:

#4 - Sindu Jemmy Sinatra, Pos: SF I TB: 181cm [ asal Blitar JATIM ]

#5 - Kevin Sarchan, Pos: PF I TB: 186cm [ asal Bali ]

#6 - Andy Kusuma, Pos: SG I TB: 175cm [ asal Blitar JATIM ]

#7 - Kevin Yhang, Pos: PG I TB: 180cm [ asal Jakarta ]

#8 - Wisnu Saputra, Pos: PG I TB: 175cm [ NBA Madness 2010 Slam Dunk Champion, asal Lombok ]

#9 - Adrian Bintoro, Pos: SF I TB: 185cm [ asal Semarang JATENG ]

#10 - Herdanu Yudistira, Pos: PF I TB: 187cm [ DBL All Star 2009, asal Balikpapan KALTIM ]

#11 - Arif Hidayat, Pos: PG I TB: 172cm [ DBL All Star 2008 & 2009, asal Jember JATIM ]

#12 - Christian Septiadi, Pos: PF I TB: 186cm [ asal Sampit KALTENG ]

#13 - Ernest Koswara, Pos: SG I TB: 185cm [ Captain UBAYA, asal Bandung JABAR ]

#14 - Herman Lo, Pos: PF / C I TB: 194cm [ MVP LIBAMA Nasional 2009, asal Pematang Siantar SUMUT ]

#15 - Kristianto Halim, Pos: C I TB: 198cm [ SMA IPH, asal Madiun JATIM ]

Rabu, 22 September 2010

"Learn From The Best"


Empat pemain CLS Knights terpilih utk mengikuti program Camp Bola Basket yang sangat bergengsi tersebut. Sandy Febiansyakh, Jeffry Bong, Dwi Haryoko, dan Wijaya Saputra menjadi para pemain CLS Knights yg beruntung untuk bertemu dan belajar langsung dari seorang Legenda NBA: Detlef Schrempf.


"My IDC Team is Toronto Raptors", itulah status twitter Wijaya Saputra kemarin. Wijaya direkrut oleh Tim NBA Toronto Raptors?! Oh.. Ternyata itu adalah nama tim-nya di NBA Indonesia Development Camp (IDC) 2010 di Bandung, yg diadakan oleh NBL Indonesia. Sandy Febiansyakh juga berada di Tim yg sama, yaitu Toronto Raptors, Jeffry Bong di Oklahoma City Thunder, sedangkan Dwi Haryoko bersama Sacramento Kings.


Pengalaman dan keahlian yang akan dibagikan oleh Detlef Schrempf; mantan Finalis NBA yg pernah menghadapi Michael Jordan dan timnya, Chicago Bulls di Finals NBA, akan sangat membantu keempat pemain CLS Knights tersebut untuk berkompetisi dan mencoba menembus Final di musim pertama NBL Indonesia 2010. Antusiasme ditunjukkan oleh para pemain CLS Knights terpilih sejak hari pertama Camp di Bandung ini. Sandy Febiansyakh "Sang Sniper Jitu", menganggap inilah saatnya utk "Learn From The Best", karena Detlef Schrempf adalah juga seorang Penembak 3 angka yang sangat tajam.


Berikut beberapa komentar para pemain CLS Knights:


"Kita dapat hal-hal yg sebenarnya sudah kita lakukan, tapi ada beberapa detil kecil yang diajarkan oleh Detlef tidak pernah kita perhatikan selama ini", Jeffy Bong.


"Satu hal yang saya kagum dan akan ingat selalu dari Detlef, adalah prinsipnya yang mengatakan; "When you have Passion, all work is gonna be easy", Wijaya Saputra.


Jika punya kesempatan Wijaya juga punya pertanyaan pribadi untuk Detlef, "Sehari latihan shooting berapa kali sih, kok bisa sampai sekarang sudah berhenti main pun masih jago banget?!"


Selain itu Dwi Haryoko yang mengagumi kesuksesan Detlef sebagai mantan Bintang NBA ingin menanyakan langsung ke Detlef Schrempf; "Bagaimana cara anda membagi waktu sebagai pemain, sehingga anda dapat berhasil di karir, pendidikan, dan bidang lain yang anda geluti?"


Go CLS Knights Don't Stop Learning from the BEST!

We appreciate NBL Indonesia, NBA, and Detlef Schrempf for the opportunity given to four of our playersto join this amazing Basketball Camp. "Photo by (RAKA DENNY/JAWA POS)"



Selasa, 07 September 2010


SELAMAT IDUL FITRI



1 Syawal 1431 H

Libur Tapi Tidak Santai


Pasukan CLS Knights sudah dibubarkan untuk libur lebaran, namun Head Coach Amran menitipkan pesan kepada para Ksatria Suroboyo untuk tetap menjaga kondisi fisik mereka masing - masing selama liburan 10 hari ini.


"Setelah uji coba di Jakarta ini, kalian masing - masing sudah mengerti kekuatan dan kelemahan kalian. Pekerjaan kita masih banyak, dan setelah liburan ini kita hanya punya sedikit waktu untuk berbenah. Jadi saya mohon selam liburan ini, jangan ada yang bersantai - santai, tetap latihan beban dan asah skill individu kalian.", ungkap Coach Amran seraya melepas tim CLS Knights.


Hasil uji coba CLS Knights, belum cukup membuat Coach Amran berpuas diri.

Menurutnya masih banyak yang harus dibenahi terutama di sisi Defense, yang memang terlihat tidak seketat permainan Defense CLS Knights saat di Pre-Season NBL Indonesia 2010.

Coach Amran juga ingin mengadakan beberapa uji coba lagi sebelum dimulainya Regular Season NBL Indonesia 2010, guna mempercepat para pemain muda untuk tune in ke dalam sistem permainannya.


Kapten tim, Agustinus Indrajaya, juga mengutarakan ketidak-puasannya atas performa dirinya saat uji coba di Jakarta kemarin.

"Kecepatan saya menurun, gampang sekali dilewati lawan. Saya harus segera memperbaiki kondisi fisik dan latihan Agility (daya kelincahan tubuh) lagi."


Beberapa pemain muda sudah menunjukan peningkatan yang mengejutkan selama uji coba di Jakarta. Wijaya Saputra #8, Freddy Chen #29 (Rookie tahun 2009) dan Sigit Harun #15 (Rookie tahun 2010) menjadi motor penyerangan di setiap pertandingan.


Hasil Try Out Tour di Jakarta:


  • CLS Knights 47 - Stadium 63

  • CLS Knights 78 - Aspac 78

  • CLS Knights 66 - Pelita Jaya 64

  • CLS Knights 51 - Garuda 82

  • CLS Knights 75 - MUBA Hangtuah 71