About Us

Rabu, 05 Oktober 2011

Tipikal Pelatih Modern, Dapat Mental Juara dari Satria Muda


 

Risdianto Roeslan, Sukses Berikan Dua Gelar bagi CLS Knights Tahun Ini

Awalnya tak banyak yang mengenal pelatih CLS Knights Surabaya Risdianto Roeslan di kancah level tertinggi basket nasional. Namun, berkat kesuksesan mempersembahkan dua gelar tahun ini, nama pelatih kelahiran Kediri tersebut langsung melesat. (AINUR ROHMAN, Malang)

SAAT Risdianto Roeslan mengambil tampuk pelatih kepala dari pelatih Wan Amran, banyak pihak yang meragukan kemampuannya. Banyak faktor yang melandasi. Salah satu di antaranya, jam terbang Risdi –sapaan karib Risdianto– yang amat minim.

Namun, meraih dua gelar dalam setahun menghapus kesangsian orang kepada pelatih kelahiran 8 November 1971 itu. Risdi mempersembahkan trofi pertama bagi CLS pada ajang World Challenge 2011 di Surabaya Mei lalu. Kemudian, bapak dua anak itu mengantarkan CLS menjadi juara Flexi NBL Indonesia Preseason Tournament 2011. Dua gelar itu merupakan raihan profesional pertama CLS setidaknya dalam 20 tahun terakhir.

Melatih CLS Knights Surabaya merupakan pengalaman pertama pria kelahiran Kediri tersebut menjadi head coach. Tidak tanggung-tanggung, dia langsung menukangi tim yang sukses besar di NBL Indonesia musim lalu itu.

Apalagi, dia menggantikan pelatih yang punya nama besar di Indonesia, Wan Amran. Lewat tangan dingin Amran, yang sekarang pindah ke Garuda Flexi Bandung, CLS mampu mencatat sejarah. Yakni, dua kali menjadi runnerup pada ajang NBL Indonesia Preseason Tournament 2010 dan Championship Series NBL Indonesia. Dalam dua partai puncak itu, CLS dua kali dikandaskan Satria Muda (SM) Britama Jakarta.

Risdi sendiri baru bergabung dengan CLS Knights tengah musim lalu. Saat itu dia menjadi asisten Amran bersama Erwin Triono.

’’Wah, saya selama ini hanya pelatih kampusan,’’ kata Risdi merendah saat ditemui setelah CLS mengalahkan Aspac Jakarta pada Minggu lalu (2/10). Risdi selama ini kondang menjadi pelatih Universitas Gadjah Mada (UGM) di ajang Liga Bola Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas). Dia membesut tim tersebut sejak 1997.

’’Mungkin sampai seumur hidup. Sampai sekarang, kalau ke Jogja, saya juga masih disuruh melatih,’’ ujar Risdi, lantas tertawa lebar.

Namun, pengalaman besar dia peroleh saat menjadi asisten pelatih Satria Muda (SM) Britama Jakarta Fictor Gideon Roring medio 2004 hingga 2008. Dia ikut andil membantu SM menjadi juara IBL tiga kali, yakni 2004, 2007, dan 2008. Di tim sesukses SM itulah, Risdi mendapat mentalitas juara. Saat ini dia berusaha menyuntikkan semangat pemenang itu kepada Agustinus Indrajaya dkk.

’’Saya berusaha menularkan apa yang saya peroleh kepada anak-anak,’’ ujarnya.
Pada musim reguler mendatang, tugas berat menanti Risdi. Sebab, tim-tim pesaing tentu akan berbenah. Apalagi, bintang yang absen di turnamen pramusim karena ikut pemusatan latihan nasional (pelatnas) Proyeksi SEA Games XXVI akan turun.

’’Yang pasti akan seru. Kami juga akan mengevaluasi kekurangan tim ini. Terutama kualitas defense dan mentalitas pemain,’’ tegasnya.

Sementara itu, para pemain juga nyaman atas metode kepelatihan yang diterapkan Risdi. Shooting guard Sandy Febiansyakh menyebut gaya kepelatihan Risdi sangat modern. Suami Diah Deasy Harlina itu, sebut Sandy, juga merupakan pribadi yang terbuka kepada pemain.
’’Latihannya simpel basket banget. Soal latihan, Cak Risdi lebih nyantai. Dia tipe pelatih yang suka mengajar dengan teori panjang dan sangat detail. Sebab, dia tidak mau terjadi kesalahan yang berulang. Di lapangan dia tidak banyak marah. Dia banyak memberikan motivasi agar kami bisa lebih nyaman bermain,’’ ucap Keceng –panggilan Sandy. (*/c4/diq)

Source by Jawa Pos Group

Istri-Pacar Pemain Kompak, Berkah Jas Pinjaman Mertua


Di Balik Gelar Juara CLS Knights Surabaya 

Sejarah besar bagi CLS Knights Surabaya. Gelar Flexi National Basketball League (NBL) Indonesia Preseason Tournament 2011 merupakan raihan pertama di kasta tertinggi basket nasional. Banyak cerita menarik di baliknya. (AINUR ROHMAN, Malang) 

SAAT buzzer berbunyi, tanda pertandingan usai, pemain CLS Knights Surabaya berhamburan. Mereka berteriak, berpelukan, dan bersorak kegirangan. Kemenangan atas Aspac Jakarta di final Flexi National Basketball League (NBL) Indonesia Preseason Tournament 2011 membuat pemain, pelatih, dan ofisial seakan lupa daratan.

Managing Partner CLS Knights Christopher Tanuwidjaya mungkin adalah orang yang paling gembira. Dia tertawa lebar saat pemain mengangkatnya tinggi-tinggi, bahkan sambil digerojok air minum kemasan.

Gelar tersebut tentu sangat berarti. Sebab, tahun ini performa CLS sedang bagus-bagusnya. Sebelumnya, pada Mei lalu, mereka menjuarai World Challenge 2011 di Surabaya. Itulah gelar profesional pertama bagi CLS dalam setidaknya 20 tahun terakhir.

Sebelumnya, pada level tertinggi basket nasional, CLS dianggap bukan siapa-siapa. Bahkan, pada kompetisi sebelumnya, Indonesia Basketball League (IBL) 2007, CLS menempati peringkat ke sembilan dengan sepuluh peserta liga. Baru setelah manajemen baru masuk dan membawa perubahan fundamental, prestasi CLS terkerek. Mereka menjadi langganan final four.

Pada tahun lalu, saat musim perdana NBL Indonesia diputar, CLS langsung tancap gas. Mereka nyaris juara dengan menjadi finalis preseason tournament dan championship series. Agustinus Indrajaya dkk dua kali kandas oleh Satria Muda (SM) Britama Jakarta.

’’Tahun lalu, pialanya kurang bagus. Tetapi, saya lihat tahun ini desainnya bagus. Karena itu, kami mati-matian memperebutkannya,’’ kata Christopher di ruang ganti pemain lantas tertawa lebar.

’’Mungkin ini gara-gara mertua saya, Sunarto Humardani, meminjami sepatu dan jas sehingga CLS bisa menang,’’ lanjutnya sambil tertawa.

Christopher pantas gembira. Skuad CLS menunjukkan kekuatan mental yang besar untuk merebut gelar. Banyak faktor yang membuat tim kebanggaan Surabaya itu bersinar.
Salah satunya adalah rasa kekeluargaan yang ditunjukkan pemain beserta pacar dan istri mereka. Pada final kemarin, pacar Dimaz Muharri, Tony Agus, Agustinus Indrajaya, dan Wijaya Saputra berkumpul di arena untuk melihat perjuangan pasangan mereka. Ada pula istri Rachmad Febri Utomo dan Andrie Ekayana.

Istri Christopher, Sherly Humardani, mengatakan, dampak kehadiran pacar dan istri pemain sangat besar dalam kemenangan CLS ini. ’’Di belakang suami yang hebat, tentu ada istri yang hebat juga. Kami sering berkumpul bersama untuk memberikan dukungan,’’ terang mantan pemain basket nasional putri tersebut.

Hampir tiap hari, dalam turnamen ini, Sherly tak pernah putus menonton laga-laga CLS.
Pelatih Risdianto Roeslan mengatakan, kemenangan itu menjadi modal yang sangat berharga menjelang seri reguler mendatang. Pria kelahiran Kediri, 8 November 1971, tersebut mantap bahwa CLS akan bisa berbicara banyak.

’’Kami akan terus lakukan evaluasi agar terus mendapatkan yang terbaik,’’ tegasnya.
’’Sekarang mungkin yang bisa mengalahkan CLS hanya CLS sendiri,’’ timpal Christopher.
Risdi –sapaan karib Risdianto Roeslan– memang sempat diragukan. Sebab, dia menggantikan pelatih sebelumnya, Wan Amran, yang sukses membangun tim. (*/c8/diq)

Source : Jawa Pos Group

Nuvo CLS Knights Juara Preseason 2011-2012





Gelar Pertama, Sapu Bersih Kemenangan dan JUARA !!! 
Seluruh Punggawa Nuvo CLS Knights meluapkan kegembiran pada malam itu (Minggu, 2 Oktober 2011), baik itu jajaran Manajemen, Pelatih, dan bahkan para pemain.  Begitu tanda bel selesai pertandingan berbunyi, seluruh pemain Nuvo CLS Knights meluapkan kegembiraan dengan melemparkan Jersey yang mereka pakai kepada para penonton.  Begitu juga halnya tim manajemen yang bersorak-sorai melampiaskan rasa kegembiraan yang luar biasa.  Tidak lupa, Managing Partner Nuvo CLS Knights, Christopher Tanuwidjaja ketimban Air kemasan yang di siram oleh para pemain-nya. 

Yah, Malam itu Nuvo CLS Knights baru saja mengukir Sejarah di pentas NBL Indonesia (Liga Profesional Basket Indonesia) dengan berhasil menjuarai turnamen Pre-season di musim 2011-2012 setelah mengalahkan Aspac Jakarta di partai puncak (final) dengan skor 59-50.  

"Saya sudah yakin sebelum pertandingan pasti bisa mengalahkan Aspac, Kita tim pelatih sudah yakin pola kita menang punya," Ujar Andre Yuwadi Asisten Coach Nuvo CLS Knights yang pernah menimba ilmu kepelatihan di negara China.

Spesialnya, ini merupakan gelar pertama di ajang liga profesional tertinggi di Indonesia.  Dan gelar kedua, dimana sebelumnya tim besutan Risdianto Roeslan ini berhasil menjuarai sebuah turnamen Internasional di bulam Mei lalu.

Gelar tersebut tentu sangat memberikan arti sendiri bagi Nuvo CLS Knights.  Apalagi dalam perjalananya di turnamen Preseason ini, tim kebanggaan Kota Surabaya ini belum terkalahkan alias Sapu bersih kemenangan mulai dari babak penyisihan Grup sampai dengan final game.  Pelita Jaya (61-57), Stadium (55-38), Muba Hangtuah (67-44), Satya Wacana (72-34), dan Pasific (73-40) menjadi korban ketangguhan Nuvo CLS Knights di babak penyisihan Grup. 

Di babak Semifinal, Nuvo CLS Knights berhasil mengandaskan tim besutan W. Amran, Garuda Bandung (60-44).  Ini kedua kalinya Garuda Bandung harus kandas di tangan tim asal Surabaya ini,  sebelumnya dalam Champioship Series musim lalu, Garuda juga menelan kekalahan dari Nuvo CLS Knights di babak pertama.

Selanjutnya, di partai puncak Nuvo CLS Knights berhasil mengalahkan tim kuat Aspac Jakarta.  Kunci kemenangan itu terletak pada mental juara dalam diri Indrajaya dkk.  Mereka berhasil melewati tekanan dan bermain lebih tenang.  Kemenangan atas Aspac Malam itu, langsung membukuhkan Nuvo CLS Knights sebagai Juara dalam turnamen Preseason NBL Indonesia musim 2011-2012.  " Ini Gelar saya yang kedua kali dalam liga basket Indonesia," Ujar Febri Utomo yang malam itu mendulang 13 poin untuk Nuvo CLS Knights.

Ini Modal baik bagi anak-anak untuk menyambut seri reguler, Gelar juara ini setidaknya mengangkat mentalitas bertandung tim-nya. Kita akan terus melakukan evaluasi agar terus mendapatkan yang terbaik," Pendapat Risdianto yang di lansir oleh situs NBLIndonesia.com.

Tidak lupa, gelar juara ini di persembahkan untuk seluruh jajaran yang selalu setia mendukung Nuvo CLS Knights mulai dari Sponsor, Fans(Knights Society), Family, dan masih banyak lagi yang tidak bisa di sebutkan satu per satu.  Tidak lupa, ini untuk Kota Surabaya tercinta.

Go Knights!..BEL1EVE..

Hasil Pertandingan Turnamen Preseason NBL Indonesia 2011-2012 :

Penyisihan Grup B:
Nuvo CLS Knights (55) vs (38) Stadium
Top Leader : Poin (Tony Agus 11, Indrajaya 10), Rebound (Wijaya 8, Indrajaya 7)

Nuvo CLS Knights (61) vs (57) Pelitajaya
Top Leader : Poin (Jeffry Bong 14, Indrajaya 9), Rebound (Dimaz 8, Indrajaya 8), Steal (Yayan 3)

Nuvo CLS Knights (67) vs (44) Muba Hangtuah
Top Leader : Poin (Jeffry Bong 14, Indrajaya 9), Rebound (Dimaz 8, Indrajaya 8), Steal (Indrajaya 4)

Nuvo CLS Knights (72) vs (34) Satya Wacana

Top Leader : Poin (Herman 13, Jeffry 11), Rebound (Wijaya 9, Tony 6), Assist (Dimaz 6)

Nuvo CLS Knights (73) vs (40) Pasific

Top Leader : Poin (Wijaya 16,Yayan &Jeffry 13), Rebound (Wijaya 8, Indrajaya 6), Assist (Herman &Freddy 3)


Semifinal :
Nuvo CLS Knights (60) vs (44) Garuda Bandung

Top Leader : Poin (Sandy 12,Yayan 11), Rebound (Indrajaya 8, Sandy &Freddy 4), Steal (Sandy &Dimaz 3)


Final :
Nuvo CLS Knights (59) vs (50) Aspac Jakarta

Top Leader : Poin (Sandy 15, Febri 13), Rebound (Indrajaya 7, Dimaz 6), Assist (Dimaz 4), Steal (Febri & Dimaz 4)




Kamis, 15 September 2011

Roster Nuvo CLS Knights di NBL Indonesia Pre-Season

 

Kejar Kemenangan Sampai Juara

Menghadapi NBL Indonesia musim 2011-2012, Tim kebanggaan kota Surabaya yakni Nuvo CLS Knights mempersiapkan diri untuk tampil lebih gila-gilaan dari musim lalu, dan tentu fokus mengejar juara.  Predikat Runner-up di musim lalu, tentu memberikan harapan agar pencapaian di musim ini bisa lebih baik lagi, JUARA.

Dengan modal Runner-up musim lalu, dan Juara di World Challenge, memberikan suntikan mental kepada seluruh elemen di kubu Nuvo CLS Knights untuk optimis akan mampu menjuarai NBL Indonesia musim ini.  Target juara pertama yakni di Pre-Season NBL Indonesia 2011-2012. 

Dalam Turnamen Pre-Season di Malang ini, CLS Knights berada di Group B bersama Pelita Jaya, Stadium, Muba Hangtuah, Satya Wacana, dan tim pendatang Pasific.  Head Coach Nuvo CLS Knights, mematok target sapu bersih bahkan sampai dengan menjadi Juara di turnamen yang di gelar di kota Malang ini.  Saya optimis, Kita bisa Juara di turnamen Pre-season ini dengan melihat beberapa peta kekuatan lawan.  Kita masih di atas, apalagi mental anak-anak sreg untuk mengejar juara,"Ungkapnya.

Di turnamen Pre-Season yang akan di selenggarakan di kota Malang pada tanggal 23 September itu, Nuvo CLS Knights akan menurunkan Skuad terbaik yang di miliki saat ini.  Terdapat total 14 pemain yang akan di terjunkan, dengan spesifikasi 11 pemain yang lama (yang bermain di musim 2010-2011), 1 pemain baru, dan 2 Rookie. 

Lobang yang di tinggalkan oleh Dwi Haryoko (Pelatnas) dalam Starting Five akan di isi oleh Freddy Chen yang permainannya meningkat belakangan ini serta salah satu Rookie kita di musim 2011-2012, Herman Lo.  Sementara itu, Dimaz yang  cedera beberapa waktu lalu, kini sudah mulai pulih dan dapat ikut berlatih bersama tim.  Ini masih proses untuk mengembalikan insting di lapangan,  kemungkinan Dimaz Muhhari tidak akan terlalu di paksakan untuk bermain lebih lama.  Posisi PG akan di isi oleh Hendry Sudjana (pemain baru hasil trade dengan Sigit) dan satu pemain kejutan yang kembali mendapat kepercayaan menjadi seorang PG (dadakan).   

Seluruh elemen dalam Nuvo CLS Knights sepakat untuk mengejar Juara di turnamen Pre-season ini.  Juara harga mutlak bagi kami.

Let's Go Knights!!

Champion!!!




Berikut Roster Nuvo CLS Knights yang akan di terjunkan dalam turnamen Pre-Season NBL Indonesia :

1. Jeffry Bong [SF] # 0
2. Dwi Haryoko [PF] # 2  *Tidak dapat bermain karena mengikuti Timnas
3. Hendry Sudjana [PG] # 5  *Pemain Baru
4. Wijaya Saputra [SG] # 8
5. Sandy Febiansyakh [SG] # 9
6. Rachmad Febri Utomo [SF] # 10
7. Ernest Koswara [SG] # 13  *Rookie
8. Tony Agus [PF] # 12
9. Dimaz Muharri [PG] # 17
10. Freddy Chen [C] # 29
11. Andrie Ekayana [SG] # 31
12. Herman Lo [PF] # 32  *Rookie
13. Elia Prana Bukit [PF] # 40
14. Agustinus Indrajaya [C] # 91

Pelatih : Risdianto Roeslan, Andre Yuwadi 



Jadwal Pertandingan di Turnamen Pre-Season NBL Indonesia 2011-2012 :
Jumat, 23 September 2011, 20.30WIB : Nuvo CLS Knights x Stadium Jakarta
Sabtu, 24 September 2011, 17.30WIB : Nuvo CLS Knights x Pelita Jaya
Senin, 26 September 2011, 17.30WIB : Nuvo CLS Knights x Muba Hangtuah
Selasa, 27 September 2011, 17.30WIB : Nuvo CLS Knights x Satya Wacana
Rabu, 28 September 2011, 15.30WIB : Nuvo CLS Knights x Pasific Caesar

Kamis, 25 Agustus 2011

Libur Tidak Pengaruhi Program Latihan



Para Pemain di Tuntut Terapkan Sistem “Active Rest” Selama Libur

Sebelum memasuki hari raya Idul Fitri, Nuvo CLS Knights mengadakan acara Buka Bersama kemarin, dengan mengundang anak-anak sekitar komplek GOR Kertajaya (Markas Nuvo CLS Knights) dan para fans-fans yang tergabung dalam “Knights Society”. Ini kesempatan bagi kami untuk berbagi kepada sesama sebagai tanda syukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kami selama ini. Acara itu di dihadiri oleh para pemain Nuvo CLS Knights, Yayan, Febri, Wijaya, dll.

Para punggawa Nuvo CLS Knights mendapatkan jatah libur lebaran selama 1 minggu (27 Agustus – 4 September). Beragam aktifitas akan di lakukan oleh para pemain, baik itu bagi para pemain yang merayakan hari raya Idul Fitri maupun tidak merayakan.

Beberapa pemain ada yang mudik ke kampung halaman seperti Andrie Ekayana yang pulang ke kota Malang untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga, ada juga yang mengisi waktu libur untuk mengunjungi keluarga yang tinggal di luar kota Surabaya, bahkan beberapa pemain memilih untuk tetap tinggal di Surabaya selama jatah waktu libur yang di berikan.

Bukan berarti libur yang cukup panjang itu dapat memberikan dampak buruk bagi masing-masing individu maupun tim, dalam hal ini program-program latihan untuk persiapan turnamen mendatang. Sebenarnya, libur ini termasuk program latihan, karena dengan liburan para pemain bisa melepaskan diri mereka dari kepenataan sesaat.

Libur kira-kira dalam seminggu tidak terlalu masalah, karena dalam seminggu tidak menganggu “Muscle memory” yaitu kemampuan otot untuk mengingat kebiasaan yang di lakukan,“ Pendapat GM Nuvo CLS Knights Bambang Susilo.

Di lain pihak, tim pelatih dari Nuvo CLS Knights mengungkapkan, selama liburan-pun para pemain di tuntut terapkan sistem latihan yang di kenal dengan istilah “Active Rest(Istirahat Aktif)” dan tetap pegang bola supaya feeling terhadap bola tidak hilang.

Active Rest (Istirahat Aktif) merupakan istilah yang di gunakan dalam prinsip-prinsip di bidang pelatihan olahraga. Dalam buku yang berjudul “Peak When It Count” yang di tulis oleh FH Williams, menjabarkan bahwa Active Rest (Istirahat aktif) adalah bentuk istirahat (yang di gunakan juga dalam fase transisi) yang berupa aktifitas fisik secara ringan, seperti jogging, sepeda, renang, atau olahraga lain selain spesialis cabang. Hal ini akan membantu pemulihan dan menjaga/memelihara kebugaran fisik atlet.

Dengan menerapkan Sistem Active Rest selama liburan, para pemain di harapkan siap untuk melanjutkan program-program latihan seperti biasa setelah liburan usai. Guna untuk mempersiapkan tim dalam menyongsong turnamen Pre-Season yang akan di gelar mulai tanggal 23 September ini di Malang. Tentu semua elemen di kubu Nuvo CLS Knights fokus untuk mengejar juara di turnamen tersebut, apalagi skuad yang di persiapkan cukup komplit (minus Dwi haryoko yang sedang mengikuti pelatnas). Kami akan usahakan untuk merebut gelar juara di Malang,” Ujar Christopher Tanuwidjaja (Managing Partner) dengan optimis.

Tidak lupa, semua jajaran Manajemen, Tim Pelatih, dan Para Pemain Nuvo CLS Knights mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin”.

Bravo Nuvo CLS Knights...

Kamis, 18 Agustus 2011

Tampil Luar Biasa, Pengalaman Berharga (Recap Turnamen Sritex Cup 2011)



Nuvo CLS Knights Raih Runner-up di Turnamen “Sritex Cup” Dengan Hanya Bermodal 2 Pemain Senior (Wijaya Saputra & Hendry “Jrink” Sudjana)

Nuvo CLS Knights kembali membukuhkan sebuah prestasi gemirlang di kancah perbola-basketan Nasional. Kali ini, Freddy Chen dkk berhasil mengukir prestasi dalam turnamen yang berlangsung di Kota Solo, “Sritex Cup” dengan membawa pulang gelar Runner-up (Peringkat 2).

Ini gelar kedua bagi Nuvo CLS Knights dalam musim ini (2011/2012) setelah berhasil menjuarai turnamen Internasional 4 negara “World Challenge” bulan Mei lalu. Dan kami tidak akan pernah berhenti untuk mengejar gelar-gelar selanjutnya,” Ungkap Wijaya Saputra, Captain tim Nuvo CLS Knights yang berlaga di “Sritex Cup”.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini gelar tersebut di persembahkan oleh para pemain muda binaan (Junior) dari Nuvo CLS Knights. Ya, dalam turnamen Sritex Cup tersebut ; tim Kebangaan kota Surabaya ini tampil dengan mayoritas pemain binaan (Junior) di tambah dengan 2(dua) pemain yang memiliki pengalaman bermain di ajang profesional (NBL Indonesia) Wijaya Saputra dan Hendry “Jrink”Sudjana.

Itu bisa di bilang sebuah pencapaian yang sangat membanggakan, ini karena kita tampil dengan kekuatan para pemain muda yang minim pengalaman bertanding, sehingga nak-anak dapat memetik sebuah pengalaman yang akan sangat berharga. Apalagi musuh-musuh yang di hadapi tidak bisa di pandang sebelah mata. Terlebih, karakter masing-masing lawan sangat berbeda satu dengan lain-nya.

Aspac Jakarta menurunkan skuad inti yang berlaga di level Profesional (Minus : Xaverius , Thoyib, Mario Gerungan, dan Vinton Nolland). Tim Sritex Solo sebagai tuan rumah di perkuat pemain-pemain senior (Ex-Bhineka) seperti Sandy Salomo, Wempy, Pek King Dhay, dan Lolik. Sedangkan tim yang berasal dari kota Bangka Belitung mayoritas di huni oleh pemain muda.

Dalam turnamen Sritex Cup itu, Nuvo CLS Knights berhasil menang atas 2 tim yakni Sritex Solo 94-67, dan PBS Bangka Belitung dengan Skor telak 87-47. Satu-satunya kekalahan yang di derita berasal dari tim profesional asal Jakarta yakni Aspac dgn skor 68-87.

Berani Bertarung Dengan Pemain Yang Lebih Berpengalaman

Berhadapan dengan para pemain senior yang lebih berpengalaman seperti Lolik dan King Dhay dikubu Sritex Solo, sama sekali tidak menciutkan nyali para punggawa muda Nuvo CLS Knights. Mereka terus menekan dari awal pertandingan, dan berhasil meningalkan jauh musuh-musuhnya.

Berhadapan dengan para pemain senior ini, sebenarnya punya motivasi sendiri. Mereka unggul di pengalaman, dan kita unggul di fisik, oleh karena itu kami terus berupaya menekan lawan dari awal ,“Ungkap Freddy Chen yang bertugas mengawal Lolik sang MVP NBL Indonesia 2010-2011.

Pengalaman yang tidak terlupakan ketika berhadapan dengan tim-tim senior ini adalah bagaimana para pemain senior tersebut memiliki trik-trik yang dapat membuat kita melakukan kesalahan seperti Foul atau juga poin bagi lawan,” Pendapat Ernest Koswara (SG) sebagai salah satu pemain yang akan bermain di level Profesional musim ini.

Kubu Sritex Solo sendiri sangat kaget dengan peforma dari anak-anak Junior Nuvo CLS Knights. Wempy mantan pemain Bhineka di era Kobatama mengatakan, “tidak nyangka tim junior kalian kayak gini, padahal jujur aja kita awalnya yakin dapat mengalahkan CLS Knights yang mayoritas di huni oleh pemain-pemain junior”.

Persulit Lawan Dengan Mayoritas Pemain Profesional

Ketika berhadapan dengan Aspac Jakarta, Nuvo CLS Knights sempat unggul di 2 quarter awal. Wisnu dkk sungguh merepotkan tim yang dihuni oleh pemain-pemain yang berlaga di level tertinggi basket Indonesia. Anak-anak Junior ini terlihat bersemangat untuk mengalahkan tim kuat asal Jakarta itu.

Sayang, memasuki akhir-akhir pertandingan, banyak sekali Call-call wasit yang merugikan. “Ini mengakibatkan mental anak-anak kurang pede dan tertekan atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Dan saat tertekan itu, anak-anak tidak dapat mengendalikan tempo permainan. Memang mental para pemain muda kita belum siap,” pendapat Coach Risdianto Roeslan yang cukup kecewa atas kekalahan itu.

Ernest mengungkapkan bahwa, Ketika berhadapan dengan Aspac Jakarta yang merupakan tim profesional : Saya merasakan bagaimana penting-nya hal-hal kecil seperti, posisi defense, Box-out, dan rebound. Karena kesalahan kecil aja bisa menjadi fatal kalo tim lawan sebagus Aspac. Ini pengalaman berharga saya sebelum terjun di NBL Indonesia musim ini.

Di sisi lain, Managing Partner Nuvo CLS Knights Christopher Tanuwidjaja melihat hal yang berbeda dalam kekalahan ini. “Ada baiknya kita kalah dari Aspac meskipun saya cukup kecewa, agar para pemain yang notabene masih muda itu tidak cepat puas diri dengan bisa mengalahkan tim sekelas Aspac Jakarta”.

Beda Level

Beda Level permainan terlihat ketika berhadapan dengan PBS Bangka Belitung. Nuvo CLS Knights terlihat unggul jauh dari segi kualitas dan kuantitas. Dari awal Quarter sampai akhir, Para Ke-Satria asal Surabaya ini terus menekan lawan dan unggul dalam perolehan poin.

Beberapa kali para pemain muda jebolan DBL dan Popmie seperti Kristianto(IPH Surabaya), Andri(IPH Surabaya), dan Okky Ariesta (DBL All-Star) berhasil memporak-porandakan pertahanan PBS Babel. Akhirnya, Nuvo CLS Knights berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan telak 87-47. Ini pertandingan terakhir selama berjuang 3 hari berturut-turut dalam turnamen “Sritex Cup” di Solo.


Keseluruhan, Anak-anak Junior ini tampil luar biasa di Solo. Melihat greget mereka selama di lapangan, seperti melihat sebuah tim masa depan Nuvo CLS Knights yang lebih baik di banding sekarang. Nuvo CLS Knights Surabaya memang salah satu tim yang punya sistem pembinaan yang rapi, beberapa pemain pilihan di rekrut dari level pelajar dan kemudian di bina hingga naik level profesional. Ini salah satu bukti pembinaan kita berjalan searah dengan tim profesional.

“Semua pemain muda bagus! Perkembangan mereka luar biasa dari sejak mereka bermain di kompetisi Libama, Pop Mie, dan DBL. Masing-masing Individu mampu menjalankan peranan yang di tugaskan dengan baik. Untuk beberapa pemain NBL yang debut maupun yang sudah di sana menunjukan permainan yang menjanjikan terutama Ernest dan Wewe. Kredit untuk Wijaya yang mampu menjadi Captain yang baik, Freddy juga mampu menjawab kesempatan yang di berikan dengan baik. Catatan positif untuk pemain masa depan Nuvo CLS Knights yaitu Kristianto Halim,” Ungkap Head Coach Nuvo CLS Knights Risdianto Roeslan yang akrab di sapa Cak Risdi.


Klasemen Akhir “Sritex Cup”14-16 Agustus 2011, di Solo :

  1. Aspac Jakarta ([3] Main--[3] Menang--[0] Kalah)

  2. Nuvo CLS Knights ([3] Main--[2] Menang--[1] Kalah)

  3. Sritex Solo ([3] Main--[1] Menang--[2] Kalah)

  4. PBS Bangka Belitung ([3] Main--[0] Menang--[3] Kalah)

Hasil Pertandingan di Turnamen Sritex Cup, 14-16 Agustus 2011 :

Game 1: Nuvo CLS Knights x Sritex Solo 94-67

Game 2: Nuvo CLS Knights x Aspac Jakarta 68-87

Game 3: Nuvo CLS Knights x PBS Bangka Belitung 87-47