SM Konfirmasi Mario Wuysang Dikontrak CLS
SURABAYA - Penantian panjang para fans Speedy NBL Indonesia akhirnya terjawab. Mereka segera bisa menyaksikan aksi salah seorang
point guard terbaik Indonesia, Mario Wuysang.
Roe, panggilannya, untuk kali pertama akan tampil di musim reguler
NBL Indonesia. Dia akan membela CLS Knights Surabaya mulai seri
pertama
regular season pada 16-24 November mendatang.
Small forward CLS Andrie Ekayana yang merupakan teman dekat
Roe ketika di Aspac pada 2005-2008 adalah salah seorang yang
mengungkapkan kepastian tentang bakal kembalinya sang bintang. ''Tadi
sore (kemarin, Red) Roe
nge-whatsapp saya. Dia bilang, semuanya sudah beres. Kita sekarang
teamate lagi,'' kata Yayan, panggilan Andrie Ekayana.
Sayang, tidak ada seorang pun perwakilan manajemen CLS yang mau
dimintai komentar soal Roe. Namun, konfirmasi datang dari pihak
Indonesia Sport Venture yang menaungi Satria Muda dan Indonesia
Warriors yang sebelumnya dibela Roe. Dia sejatinya terikat kontrak
dengan tim itu sampai akhir tahun ini.
''CLS mengajukan penawaran ke Mario dan dia setuju. Ini persoalan
profesional saja. Kami tidak bisa menghalangi pemain yang ingin
pindah. Tawaran CLS memang lebih baik. Tapi, lebih baik itu
kan tidak hanya soal nominal,'' kata Vice Managing Director Indonesia Sport Venture Rudolf Tulus kemarin.
Roe selama ini selalu disebut sebagai salah seorang
point guard dan bintang terbesar basket Indonesia. Pemain kelahiran Sidoarjo itu mengembangkan
skill basket
di Amerika Serikat (AS) sejak usia 12 tahun. Saat masih duduk di
bangku SMA, dia sempat menjuarai turnamen basket di negara bagian
Indiana.
Dia pulang ke Indonesia pada 2000 dan bergabung dengan klub Aspac.
Dia berhasil membawa timnya menjadi juara IBL pada 2003 dan 2005.
Sejak 2003 pula, Roe menjadi langganan timnas.
Setelah dari Aspac, dia bergabung ke Garuda. Pemain pelontos tersebut sempat tampil di
preseason tournament NBL Indonesia pada 2010 di Malang. Ketika itu Roe adalah salah seorang bintang yang paling ditunggu aksinya di musim reguler.
Namun, saat kompetisi reguler NBL hendak berlangsung, dia pindah ke
Satria Muda yang tampil di Asean Basketball League (ABL) kemudian
berganti nama menjadi Indonesia Warrior (IW). Dia ditukar dengan
Wendha Wijaya yang kini menjadi tulang punggung Garuda Kukar Bandung.
Bergabungnya Roe bakal menjadikan CLS sebagai tim dengan komposisi
guard yang mengerikan. Sebelum kedatangan Roe, di sana sudah ada
point guard jempolan macam Dimaz Muharri dan
rookie Arif Hidayat.
CLS juga semakin leluasa memainkan strategi yang menjadi favorit
coach Kim Dong Won dengan dobel
point guard. Apalagi, Mr Kim, sapaan Kim Dong Won, bukan merupakan figur asing bagi Roe. Mereka sempat bersama saat Mr Kim melatih Aspac.
Jalan Mario Wuysang Menuju NBL
Periode Belajar
Sejak usia 12 tahun, Mario yang lahir pada 5 Mei 1979 tinggal di
Amerika Serikat. Pada 1997 dia bermain untuk tim SMA di sana, yaitu
Bloomington North Cougars. Dua tahun berikutnya, pada 1999, dia tampil
di NCAA Divisi 2.
Di Aspac saat Kembali ke Tanah Air
Pemain yang akrap disapa Roe ini menjalani debut profesionalnya
bersama Aspac pada 2000. Pada 2003 dia mampu mengantarkan Aspac menjadi
yang terbaik di Indonesia. Penampilan memukau Mario juga membuatnya
menjadi langganan timnas sejak 2003. Pada 2005 dia kembali mengantarkan
Aspac menjadi juara.
Tinggalkan Aspac, Gabung Garuda
Bertahun-tahun bersama Aspac, Mario akhirnya mencari tantangan baru.
Pilihannya adalah Garuda sejak 2008. Roe mengantarkan Garuda sebagai
salah satu tim papan atas tanah air.
Jelang Era NBL
Menjelang era baru NBL pada 2010, Mario adalah salah seorang pemain
yang paling bersemangat menyambut liga baru. Undangan apa pun yang
terkait dengan promo NBL dia datangi. Termasuk ketika diundang dalam
coaching clinic maupun acara NBA Madness yang diselenggarakan PT DBL Indonesia selaku pengelola NBL.
Di-Trade ke Satria Muda dan Tampil di ABL
Mario Wuysang batal tampil di NBL. Dia hanya membela Garuda pada
turnamen pemanasan NBL pada 2010. Menjelang musim reguler NBL, dia di-
trade ke Satria Muda. Garuda mendapatkan Wendha Wijaya dalam pertukaran itu.
Mario diturunkan di ASEAN Basketball League (ABL) dengan bendera
Indonesia Warriors (IW). Selama 2010-2013, dia mengantarkan IW merebut
satu gelar ABL dan dua kali masuk final.
Gabung CLS
Sejak awal Oktober melalui akun
Twitter-nya, @m_wuysang2,
Mario memberikan tanda-tanda bakal pindah klub. Dari kicauannya, CLS
tersirat akan menjadi klub baru baginya. Kemarin (11/10)
dikonfirmasikan Mario akan membela CLS.
(aga/c11/ang)
Story Provided by Jawa Pos