About Us

Senin, 15 September 2014

Minggu, 14 September 2014

Kapten Anyar



Setelah melakukan Perombakan Skuad besar-besaran, CLS Knights Surabaya kembali melakukan gebrakan dalam skuadnya.  yaitu melakukan pergantian kapten tim.  Ini semata bertujuan untuk meningkatkan keintiman skuad yang telah ada.  Tim Pelatih dan Manajemen setuju menunjuk Sandy Kusuma sebagai Kapten baru di CLS Knights Surabaya untuk Musim 2014-2015, mengantikan kapten terdahulu Dwi Haryoko.

Semua murni pilihan dari tim Pelatih dan Manajemen.  Sandy di anggap memenuhi syarat sebagai Kapten tim karena pribadi nya yang memiliki jiwa kepemimpinan.  Selain itu, Sandy juga merupakan satu satunya pemain yang paling lama berkiprah di CLS, mulai dari Junior sampai dengan sekarang dan merupakan produk asli dari CLS di era IBL lalu.

Semoga dengan Kapten anyar, lebih memberikan semangat juang dan kekompakan dalam tim.  Bravo Captain!!!

Rombak Skuad Besar-Besaran




Menjelang di mulainya season 2014-2015 NBL Indonesia, tim basket CLS Knights Surabaya melakukan perombakan besar-besaran di sisi roster pemain.  Deretan pemain yang memang kurang mendapatkan menit bermain di musim lalu, memilih untuk hengkang.  Bahkan ada juga beberapa nama besar yang tidak mendapatkan rekomendasi dari pelatih kepala Kim Dong Won, memilih untuk hengkang dari CLS.  Salah satunya adalah Andrie Ekayana.

Di lain sisi, CLS Knights mendapatkan beberapa amunisi baru untuk melengkapi skuad yang sudah ada.  CLS Knights kedatangan 2 amunisi baru, yaitu Bima Rizky dari Bima Sakti Malang dan juga Kaleb Ramot dari Satya Wacana.  Kehadiran dua pemain ini sangat memberikan energi positif bagi kubu CLS Knights, dimana dua pemain baik itu Kaleb maupun Bima merupakan mesin poin bagi tim sebelumnya. 

Bima Rizky akan mengisi tempat yang di tinggalkan oleh Andre Ekayana, sebagai mesin poin bagi tim maupun defender yang sangat tangguh.  Sementara itu, Kaleb Ramot akan banyak membantu di posisi Forward, karena Kaleb merupakan pemain yang bisa bermain di berbagai posisi. 

Selain itu, CLS Knights juga telah mengkontrak pemain asal Amerika Serikat lewat Program Naturalisasi.  Pemain Tersebut bernama Jamar Johnson.  Sejauh ini, proses pengajuan Naturalisasi masih menjalani proses.  Jamar sudah di kontrak oleh CLS Knights, dan jika proses naturalisasi telah selesai maka Jamar dapat langsung bermain bersama CLS Knights. 


Belum puas sampai di situ, CLS masih terus melakukan perburuan untuk melengkapi skuad yang ada.  Posisi bigman di CLS masih menjadi perhatian khusus, karena  merupakan salah satu kelemahan CLS di musim lalu dengan minimnya Bigman yang ada, apalagi musim ini CLS telah kehilangan Dian Heryadi dan juga Tony Agus.  Ada beberapa nama yang menjadi incaran CLS Knights dan masih dalam tahap negosiasi.  Semoga sebelum batas terakhir entry pemain, kami bisa mendapatkan pemain tersebut.

CLS Knights Rekrut Kaleb





Dikontrak selama Tiga Tahun
CLS Knights Surabaya semakin serius untuk membenahi kualitas skuadnya menjelang NBL Indonesia 2014-2015. Kemarin (5/8) CLS resmi mengikat starter tim nasional Indonesia di SEA Games 2013 Kaleb Ramot Gemilang.

Kaleb direkrut dari Satya Wacana Metro LBC Bandung. Dia adalah perekrutan kedua CLS musim ini. Sebelumnya, mereka mendaratkan bintang utama Bimasakti Nikko Steel Malang Bima Risky Ardiansyah.

Kedatangan Bima dan Kaleb akan menutupi kehilangan CLS yang ditinggal Tony Agus, Andrie Ekayana, Dian Heryadi, dan Wijaya Saputra. Mereka dilepas bulan lalu.

''Memang, Kaleb sudah resmi pindah ke CLS. Durasi kontraknya adalah tiga tahun,'' ujar Ferry Humardani, manajer CLS, ketika dimintai konfirmasi kemarin.

Ferry mengungkapkan bahwa CLS memang sudah lama tertarik kepada kakak kandung eks pemain tim nasional U-18 Jan Misael Panagan itu. Bahkan, semenjak malang melintang di level kampus, membela Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), Kaleb sudah masuk radar manajemen CLS.

''Waktu itu kami juga mau merekrut dia. Sebab, Kaleb memang pemain yang potensial. CLS memang suka dengan tipe-tipe pemain yang bisa bermain di berbagai posisi dan Kaleb bisa bermain di posisi tiga (small forward) atau empat (power forward),'' lanjut Ferry.

Ferry sendiri enggan berbicara mengenai nilai kontraknya. Namun, sumber Jawa Pos membisikkan bahwa Kaleb memiliki kontrak di atas Rp 30 juta per tahun. Gaji per bulannya lebih dari Rp 5 juta.

Kaleb sendiri sebetulnya juga diincar oleh juara bertahan NBL Indonesia dalam dua musim terakhir Aspac Jakarta. Namun, akhirnya Kaleb memilih CLS yang memang memberikan tawaran gaji dan kontrak lebih besar.

''Kami memang bernegosiasi dengan Kaleb. Namun, dia akhirnya memilih CLS. Prosesnya sudah sangat fair. Tidak ada masalah. Intinya, Kaleb harus enjoy ke mana pun dia bermain. Dia itu aset nasional. Harus dijaga,'' ucap owner Aspac Irawan ''Kim Hong'' Haryono semalam.

Kaleb memang pemain yang memiliki prospek cerah. Meski menyandang status sebagai rookie, pemain bertinggi 183 cm itu tampil cukup eksplosif musim lalu.

Pada musim perdananya di orbital NBL Indonesia, pemain 23 tahun itu berhasil mencetak double digits point 10 kali dari 13 pertandingan yang dijalani. Kaleb rata-rata mencetak 14,38 poin per game.

Sayangnya, penampilan impresifnya itu harus terhenti gara-gara cedera ACL (anterior cruciate ligament) di lutut kanan. Cedera tersebut terjadi ketika timnya melawan Stadium pada seri IV Bandung 11 Maret lalu. Kaleb pun harus menepi enam bulan.

Meski saat ini masih dalam pemulihan cedera, Ferry mengharapkan Kaleb sudah bisa berlatih bersama pada Oktober dan mulai main sekitar November. ''Cedera tersebut akan kami pantau lewat fisioterapis kami. Akan kami lihat bagaimana perkembangannya,'' tegas Ferry.

Sementara itu, tim-tim NBL mulai menjalani latihan setelah libur lebaran. Pelita Jaya Energi-MP Jakarta sudah menjalani latihan pada Senin lalu (4/8). Bertempat di Gelanggang Mahasisa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, latihan Ponsianus "Komink" Nyoman Indrawan dkk dipimpin oleh pelatih kepala baru Antonius Ferry Rinaldo.

Pelatih yang akrab disapa Inal itu mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Nathaniel Canson. Dia didampingi oleh Johannis Winar yang tetap dipertahankan sebagai asisten pelatih.

Sesi latihan di hari pertama itu dijalani dengan tempo cukup santai. Drill passing dan shooting juga terlihat masih sangat ringan. Menurut Coach Inal, hal itu dilakukan karena para pemainnya baru saja menjalani liburan panjang selama kurang lebih satu setengah bulan.

"Banyak dari mereka (para pemain) yang out of shape dan bertambah berat badannya setelah liburan panjang. Butuh waktu untuk bisa kembali fit dan mengembalikan ketajaman mereka," kata Coach Inal dalam rilis Pelita Jaya.


Selama seminggu ke depan, Inal juga akan akan memanfaatkan sesi latihan untuk memperkenalkan sistem bermain seperti yang dia inginkan. "Setelah itu baru kita akan naikkan intensitas latihan mereka," ujar mantan point guard Timnas Indonesia itu. (mid/nur/c4/ang)
Sumber : www.nblindonesia.com

CLS Lepas Lima Pemain?



Bima Sudah Gabung Latihan
CLS Knights Surabaya mengalami kekecewaan besar di Speedy NBL Indonesia 2013-2014. Menargetkan menjadi juara, CLS justru tak bisa menembus semifinal. Menyongsong musim 2014-2015, CLS melakukan persiapan dengan sangat serius.

Latihan perdana dimulai Senin lalu (14/7). Kabarnya, mereka akan melakukan perombakan secara besar-besaran. Lima pemain, point guard Agung Sunarko, shooting guard Jeffry Bong, shooting guard Andrie Ekayana, center Dian Heryadi, dan guard Wijaya Saputra, dikabarkan akan dilepas.

Lima pemain itu tidak tampak dalam sesi latihan CLS kemarin. Mario Wuysang juga tidak terlihat. Namun, pemain yang berposisi sebagai point guard tersebut sedang berlibur dan mendapatkan dispensasi.

Kontrak Asun -panggilan Agung Sunarko-, Jeffry, Dian, dan Ekayana sudah habis. Kabar yang berkembang, pelatih CLS Kim Dong-won tidak ingin memakai jasa empat pemain tersebut musim depan.

Sementara itu, Wijaya masih menyisakan kontrak satu musim. Namun, Wijaya sepertinya tidak masuk dalam skema yang diusung Mr Kim -panggilan Kim Dong-won. Musim lalu Wijaya sudah jarang bermain.

''Memang berat, Surabaya sudah seperti rumah saya sendiri. Saya delapan tahun berkarir di Surabaya. Saya cinta kota ini,'' kata Wijaya kemarin (15/7). ''Tetapi, memang harus profesional. Saya belum tahu akan bermain di mana musim depan. Ada enam sampai tujuh tim yang menawari. Inginnya sih di Jakarta. Tetapi, belum tahu juga saya,'' ucap guard kelahiran Jakarta tersebut.

Yayan sendiri enggan berkomentar banyak. Akan cukup mengejutkan apabila pemain kelahiran Malang itu benar-benar dilepas. Sebab, musim lalu, pemain yang pada 31 Juli mendatang berusia 32 tahun tersebut memberikan kontribusi cukup besar untuk tim.

Sumber : www.nblindonesia.com


Gabung CLS, Bima Tetap Gunakan Nomor 27



SKUAD CLS Knights Surabaya dipastikan makin solid pada NBL Indonesia musim 2014-2015 nanti. Menyusul bergabungnya Bima Riski Ardianysah, 24 tahun, yang direkrut dari Bimasakti Nikko Steel Malang.

Small forward bertinggi 182 cm ini resmi meneken kontrak bersama CLS Knights awal Juli kemarin. Melalui akun twitter resmi klub @clsknights , Bima diperkenalkan sebagai amunisi anyar mereka. Dalam sesi foto, Bima berpose dengan jersey kebesaran CLS Knights memakai nomor punggung 27.

Nomor itu sudah menjadi identitas seorang Bima. Sejak melakoni debut pada musim pertama NBL Indonesia (2010-2011), hingga musim terakhirnya bersama Bimasakti, dia selalu memakai nomor tersebut.

Di CLS, Bima tak perlu menggusur pemain lain untuk mengamankan nomor punggung 27 menjadi miliknya. Pasalnya, belum ada yang memakai nomor tersebut.

Sejak musim lalu, Bima sejatinya telah menjadi incaran CLS. Namun, karena kontraknya bersama Bimasakti baru berakhir pada 31 Desember 2013, Bima memilih untuk melanjutkan kontraknya hingga musim 2013-2014 berakhir.

”Saya selalu ingin merasakan pengalaman baru. Selama ini, saya juga ingin sekali merasakan gelar juara. Dan, sangat senang sekali kesempatan itu ada saat ini dengan ber-jersey CLS,” papar pemain kelahiran Blitar, 27 April 1990 tersebut.

Kehadiran Bima akan mempersolid kekuatan CLS Knights yang sangat berambisi meraih supremasi di liga basket kasta tertinggi tanah air ini. Bima diharapkan bisa menjadi senjata andalan CLS dalam mengemas poin dan mengamankan rebound.

Pada dua kategori tersebut, Bima adalah pemain pertama dan masih satu-satunya yang telah sukses mengemas lebih dari seribu poin dan rebound. Bahkan, Bima dengan koleksi 1.997 poin yang dia bukukan, tinggal sedikit lagi dia akan menahbiskan diri sebagai pemain kedua menembus 2.000 poin di NBL Indonesia, menyusul Merio Ferdiansyah (Stadium Jakarta).


Bima akan memulai latihan perdananya bersama CLS Knights pada 14 Juli mendatang. ”Saya yakin akan cepat melakukan adaptasi. Kebetulan saya sudah kenal dekat dengan beberapa pemain. Target awal saya membawa CLS menjadi juara Preseason Tournament di Bali, Oktober nanti,” lanjut pemain yang terpilih masuk Speedy NBL Indonesia First Team musim 2013-2014 tersebut. (*)
Sumber : nblindonesia.com

Rabu, 16 Oktober 2013

Daftar Resmi Skuad CLS Knights Musim 2013-2014

CLS Knights Surabaya

Coaching & Team Staff
1. Ferry ( General Manager)
2. Asep Nugroho (Asisten Manager)
3. Kim Dong Won (Pelatih)
4. Andre Yuwadi ( Asisten Pelatih)
5. Abdul Jabar Al Hayyan (Medis/Dokter Klub)
6. Ganang Ari Dwiantoro (Referee)

Player
#0 : Jeffry Bong (SG)
#2 : Dwi Haryoko (PF)
#5 : Mario Wusyang (PG)
#6 : Dian Heryadi (C)
#8 : Wijaya Saputra (SG)
#9 : Sandy Febiansyakh (SF)
#10: Febri Utomo (SF)
#11: Arif Hidayat (PG)*
#12: Tony Agus (PF)
#13: Ernest Koswara (SG)
#17: Dimaz Muhhari (PG)
#23: Agung Sunarko (PG)\
#31: Andrie Ekayana Satya Santosa (SF)
#32: Herman (C)
#39: Okky Arista (SG)*
#88: A.A. Ngurah Wisnu Budidharma (SG)
#90: Achmad Syarif (PF)*

*Rookie


CLS Makin Siap Juara

 
 
Punya Backcourt Terbaik di Indonesia, Hari Ini Tryout ke Korsel
SURABAYA - CLS Knights Surabaya melakukan gebrakan penting sebelum musim pertama Speedy NBL Indonesia 2013-2014 bergulir. Runner-up Speedy NBL Indonesia Preseason Tournament 2013 tersebut sukses mengikat salah seorang point guard terbaik Indonesia Mario Wuysang.

Sejatinya CLS memiliki stok point guard menumpuk. Di sana ada top steal musim lalu Dimaz Muharri. Ada pula pemain muda berbakat AA Ngurah Wisnu, rookie hebat Arif Hidayat, dan playmaker senior Agung Sunarko.

Di sisi lain, CLS sejatinya masih belum mantap di posisi big man. Hanya kapten Dwi Haryoko yang betul-betul siap bertarung di level tertinggi.

Setelah kalah dengan margin sebelas poin (54-65) melawan Pelita Jaya-Energi MP Jakarta pada final preseason tournament 2013 lalu, CLS melakukan evaluasi. Kim Dong-won, pelatih baru CLS asal Korea Selatan, mengatakan bahwa timnya masih membutuhkan sosok point guard andal.

Memang, di preseason terlihat jelas bahwa CLS sangat bergantung kepada Dimaz. Apalagi, filosofi permainan Mr Kim -panggilan Kim Dong-won- ialah bermain cepat dengan double point guard. Artinya, sebanyak mungkin playmaker berkualitas sangat dibutuhkan oleh CLS.

Kombinasi Roe -panggilan Mario Wuysang- bersama Dimaz dan shooting guard Andrie Ekayana bakal membuat CLS memiliki salah satu barisan backcourt terbaik di Indonesia.

''Setelah preseason, kami ada diskusi. Manajemen bertanya, Mr Kim membutuhkan apa lagi. Salah satunya, memang point guard,'' ucap Christopher J. Tanuwidjaja, owner CLS, kemarin (12/10).

''Agak pusing sih (cari point guard bagus). Namun, tiba-tiba saja ada yang memberikan kabar bahwa Mario Wuysang free agent. Kami coba ngomong. Memang ada ketertarikan karena Mario pernah bekerja sama dengan Mr Kim (di Aspac Jakarta). Saya sendiri kaget, (prosesnya) cepat sekali,'' imbuh Chistopher.

Bergabungnya Mario membuat CLS semakin diperhitungkan sebagai kandidat kuat juara NBL Indonesia 2013-2014. Tiga musim sebelumnya Dwi Haryoko dkk memang gagal untuk menggamit gelar.

Asisten pelatih CLS Andre Yuwadi mengatakan, persiapan timnya semakin serius musim ini. Sore ini seluruh tim akan bertolak ke Korea Selatan untuk menjalani rangkaian uji coba. Di Negeri Ginseng -julukan Korsel- CLS akan menjalani lima sampai enam pertandingan hingga 23 Oktober mendatang.

''Mr Kim kan orang Korea dengan (mengusung) gaya main Korea yang dikombinasikan dengan gaya Indonesia. Dengan tryout ini, semoga kami lebih siap di NBL nanti,'' ucap Andre.

Andre mengatakan belum ingin berbicara soal Mario dulu. Namun, kehadiran pemain kelahiran Sidoarjo yang besar di Amerika Serikat itu akan membuat pola offense CLS semakin variatif.

''Dengan head coach baru, kami memang akan kembali melakukan pengenalan di antara pemain. Kami akan berfokus kepada chemistry. Sebab, di preseason, chemistry kami masih kurang,'' ucap Andre.

Mario sendiri tidak akan dibawa ke Korsel. Sebab, waktu antara tanda tangan kontrak dan rencana tim ke Korsel sangat mepet. Alhasil, Mario tidak bisa mendapat visa.

Di konfirmasi secara terpisah, Mario menolak memberikan banyak keterangan. ''Saya gembira bisa kembali ke NBL. Namun, saya belum bisa bicara banyak. Mungkin pekan depan saya bisa cerita,'' ucap mantan pemain Indonesia Warriors, Garuda Bandung, dan Aspac Jakarta itu. (nur/c4/ham)

Story Provided by Jawa Pos

Jadi Salah Satu yang Termahal



DENGAN skill dan kebintangannya, kehadiran Mario Wuysang akan membuat Speedy NBL Indonesia 2013-2014 semakin semarak. NBL yang berjalan dengan sangat ketat pada tiga musim sebelumnya bakal semakin sengit. CLS yang menjadi finalis musim pertama 2010-2011 pada musim ini layak kembali dijagokan untuk merebut gelar juara.

Mendatangkan pemain sekaliber Mario tentu saja bukan persoalan yang mudah dan murah bagi CLS. Kabarnya, dia diikat dengan kontrak mencapai ratusan juta rupiah. Itu belum termasuk bayaran per bulannya yang mencapai Rp 25 juta. Mario menjadi salah seorang pemain termahal di NBL.

Sayang, Mario tak bisa dikonfirmasi tentang kontraknya ke CLS. Pesan singkat dan telepon ke nomornya tak dijawab.

Vice Managing Director Indonesia Sport Venture Rudolf Tulus menolak anggapan bahwa Mario pergi ke CLS karena mendapatkan uang lebih banyak. Banyak alasan lain yang lebih mendorong Mario untuk hijrah ke klub kebanggaan Surabaya itu.

"Mungkin dia ingin minute play yang lebih banyak. Bisa jadi dia ingin dekat dengan Mr Kim yang bekas pelatihnya di Aspac dulu," kata Rudolf. "Atau, bisa jadi dia ingin dekat ke fans di Surabaya. Surabaya itu sekarang kan ibu kota basket Indonesia. Kalau soal nominal, saya tidak tahu. Tanya saja ke CLS," ujarnya. (aga/c11/ang)
 
Story Provided by Jawa Pos

Selamat Datang, Roe!



SM Konfirmasi Mario Wuysang Dikontrak CLS 

SURABAYA - Penantian panjang para fans Speedy NBL Indonesia akhirnya terjawab. Mereka segera bisa menyaksikan aksi salah seorang point guard terbaik Indonesia, Mario Wuysang.

Roe, panggilannya, untuk kali pertama akan tampil di musim reguler NBL Indonesia. Dia akan membela CLS Knights Surabaya mulai seri pertama regular season pada 16-24 November mendatang.

Small forward CLS Andrie Ekayana yang merupakan teman dekat Roe ketika di Aspac pada 2005-2008 adalah salah seorang yang mengungkapkan kepastian tentang bakal kembalinya sang bintang. ''Tadi sore (kemarin, Red) Roe nge-whatsapp saya. Dia bilang, semuanya sudah beres. Kita sekarang teamate lagi,'' kata Yayan, panggilan Andrie Ekayana.

Sayang, tidak ada seorang pun perwakilan manajemen CLS yang mau dimintai komentar soal Roe. Namun, konfirmasi datang dari pihak Indonesia Sport Venture yang menaungi Satria Muda dan Indonesia Warriors yang sebelumnya dibela Roe. Dia sejatinya terikat kontrak dengan tim itu sampai akhir tahun ini.

''CLS mengajukan penawaran ke Mario dan dia setuju. Ini persoalan profesional saja. Kami tidak bisa menghalangi pemain yang ingin pindah. Tawaran CLS memang lebih baik. Tapi, lebih baik itu kan tidak hanya soal nominal,'' kata Vice Managing Director Indonesia Sport Venture Rudolf Tulus kemarin.

Roe selama ini selalu disebut sebagai salah seorang point guard dan bintang terbesar basket Indonesia. Pemain kelahiran Sidoarjo itu mengembangkan skill basket di Amerika Serikat (AS) sejak usia 12 tahun. Saat masih duduk di bangku SMA, dia sempat menjuarai turnamen basket di negara bagian Indiana.

Dia pulang ke Indonesia pada 2000 dan bergabung dengan klub Aspac. Dia berhasil membawa timnya menjadi juara IBL pada 2003 dan 2005. Sejak 2003 pula, Roe menjadi langganan timnas.

Setelah dari Aspac, dia bergabung ke Garuda. Pemain pelontos tersebut sempat tampil di preseason tournament NBL Indonesia pada 2010 di Malang. Ketika itu Roe adalah salah seorang bintang yang paling ditunggu aksinya di musim reguler.

Namun, saat kompetisi reguler NBL hendak berlangsung, dia pindah ke Satria Muda yang tampil di Asean Basketball League (ABL) kemudian berganti nama menjadi Indonesia Warrior (IW). Dia ditukar dengan Wendha Wijaya yang kini menjadi tulang punggung Garuda Kukar Bandung.

Bergabungnya Roe bakal menjadikan CLS sebagai tim dengan komposisi guard yang mengerikan. Sebelum kedatangan Roe, di sana sudah ada point guard jempolan macam Dimaz Muharri dan rookie Arif Hidayat.

CLS juga semakin leluasa memainkan strategi yang menjadi favorit coach Kim Dong Won dengan dobel point guard. Apalagi, Mr Kim, sapaan Kim Dong Won, bukan merupakan figur asing bagi Roe. Mereka sempat bersama saat Mr Kim melatih Aspac.

Jalan Mario Wuysang Menuju NBL

Periode Belajar

Sejak usia 12 tahun, Mario yang lahir pada 5 Mei 1979 tinggal di Amerika Serikat. Pada 1997 dia bermain untuk tim SMA di sana, yaitu Bloomington North Cougars. Dua tahun berikutnya, pada 1999, dia tampil di NCAA Divisi 2.

Di Aspac saat Kembali ke Tanah Air

Pemain yang akrap disapa Roe ini menjalani debut profesionalnya bersama Aspac pada 2000. Pada 2003 dia mampu mengantarkan Aspac menjadi yang terbaik di Indonesia. Penampilan memukau Mario juga membuatnya menjadi langganan timnas sejak 2003. Pada 2005 dia kembali mengantarkan Aspac menjadi juara.

Tinggalkan Aspac, Gabung Garuda

Bertahun-tahun bersama Aspac, Mario akhirnya mencari tantangan baru. Pilihannya adalah Garuda sejak 2008. Roe mengantarkan Garuda sebagai salah satu tim papan atas tanah air.

Jelang Era NBL

Menjelang era baru NBL pada 2010, Mario adalah salah seorang pemain yang paling bersemangat menyambut liga baru. Undangan apa pun yang terkait dengan promo NBL dia datangi. Termasuk ketika diundang dalam coaching clinic maupun acara NBA Madness yang diselenggarakan PT DBL Indonesia selaku pengelola NBL.

Di-Trade ke Satria Muda dan Tampil di ABL

Mario Wuysang batal tampil di NBL. Dia hanya membela Garuda pada turnamen pemanasan NBL pada 2010. Menjelang musim reguler NBL, dia di-trade ke Satria Muda. Garuda mendapatkan Wendha Wijaya dalam pertukaran itu.

Mario diturunkan di ASEAN Basketball League (ABL) dengan bendera Indonesia Warriors (IW). Selama 2010-2013, dia mengantarkan IW merebut satu gelar ABL dan dua kali masuk final.

Gabung CLS

Sejak awal Oktober melalui akun Twitter-nya, @m_wuysang2, Mario memberikan tanda-tanda bakal pindah klub. Dari kicauannya, CLS tersirat akan menjadi klub baru baginya. Kemarin (11/10) dikonfirmasikan Mario akan membela CLS. (aga/c11/ang)

Story Provided by Jawa Pos

Matang Dulu di Kampus, Baru ke Profesional

 
 
Arif Hidayat, Salah Seorang Rookie Paling Bersinar di PreseasonTournament 
 
Speedy NBL Indonesia Preseason Tournament 2013 menjadi ajang unjuk gigi pemain debutan alias rookie. Arif Hidayat adalah salah seorang yang langsung bersinar.

Ainur Rohman, Surabaya

---

Arif Hidayat adalah nama besar di Development Basketball League (dulu DetEksi Basketball League). Saat masih menjadi siswa di SMAN 2 Jember, dua kali Arif masuk DBL Indonesia All-Star. Yakni, pada 2008 dan 2009. Arif berkesempatan untuk belajar, berlatih, dan bermain di Australia.

Selain karena kehebatannya di lapangan, kisah Arif di luar lapangan juga menarik. Saat berkompetisi di Honda DBL 2008 East Java wilayah South, karena keterbatasan dana, tim SMAN 2 Jember harus berangkat ke Malang dengan menumpang truk. Jawa Pos bahkan menjuluki SMAN 2 Jember dengan ''Team Truck''. Arif adalah kapten tim itu.

Lepas dari SMA, pada 2010, Arif bergabung dengan CLS Knights Junior sembari berkuliah di Universitas Surabaya (Ubaya). Prestasi Arif bagus. Selama tiga tahun berkiprah di Ubaya, Arif berhasil membantu tim itu juara Campus League 2013.

Arif termasuk telat berkiprah di Speedy NBL Indonesia. Tiga rekan setimnya di Ubaya, Ernest Koswara, Adrian Bintoro, dan A.A. Ngurah Wisnu, lebih dulu bermain untuk CLS. Arif baru melangkah ke kancah profesional musim ini.

Preseason Tournament 2013 menjadi debut Arif di kancah profesional. Namun, berbeda dengan teman-temannya, Arif langsung melesat. Dia mendapatkan kepercayaan dari pelatih baru CLS asal Korea Selatan Kim Dong-won untuk menjadi starter.

Arif yang berdampingan dengan bintang CLS Dimaz Muharri membentuk skema double point guard. Bersama CLS, statistik Arif lumayan. Sebelum pertandingan final, Arif mencetak rata-rata 7,83 poin per game, nomor tiga terproduktif dalam urusan mencetak angka untuk rookie.

Untuk urusan assist, Arif menempati posisi ketiga di CLS setelah Dimaz Muharri dan Andrie Ekayana dengan 2,33 assist per game. Di antara semua rookie, itu catatan assist terbaik. Karena penampilan yang konsisten, Arif menggusur posisi Wijaya Saputra, starter musim lalu.

''Saat menjadi starter, saya berusaha untuk tidak terbebani. Saya merasa senang karena diberi kepercayaan oleh pelatih,'' ucap Arif. ''Saya rasa tahun ini adalah tahun yang pas. Sebab, karir saya berjenjang. Mulai SMA, kuliah, hingga ke profesional. Jadi, ini memang pas. Saya pikir ini bagus,'' imbuhnya.

Selain Arif, rookie yang mencuri perhatian adalah Januar Kuntara asal Satya Wacana LBC Metro Bandung. Januar menjadi rookie dengan rata-rata poin terbaik yang mencapai 9,60 poin per game. Sama dengan Arif, Januar matang di kampus.

Dia menjadi pemain kunci Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Bandung ketika menjadi juara Liga Mahasiswa 2013. Januar juga kapten tim Jawa Barat yang meraih emas PON 2012 Riau.

''Sebelum main profesional, saya memang harus berpengalaman di kampus dulu. Di tim ini, kami masih mencoba membangun chemistry karena latihan masih minim,'' kata Januar.

Rookie yang juga legendaris di ITHB adalah Kaleb Ramot Gemilang. Namun, Kaleb masih belum turun di NBL Indonesia karena masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games 2013. Musim ini Kaleb meneruskan kebersamaannya dengan Januar di Satya Wacana. (*/c17/ang)

Story Provided by Jawa Pos

Final Keempat dalam Empat Tahun







SURABAYA - CLS Knights Surabaya benar - benar menjadi tim spesialis Speedy NBL Indonesia preseason tournament. Dalam empat tahun mereka empat kali menembus babak final.

CLS melangkah ke final karena semalam mengalahkan juara NBL Indonesia 2012-2013 Dell Aspac Jakarta dengan skor 63-60 di depan ribuan pendukungnya di DBL Arena Surabaya.

Pada babak final malam ini, CLS akan berhadapan dengan tim kuat Pelita Jaya (PJ) Energi-MP Jakarta. Pada semifinal pertama, PJ mengempaskan perlawanan Satria Muda (SM) Britama Jakarta dengan skor 67-63.

Pada awal pertandingan, CLS bermain cukup nyaman. Mereka mendominasi Aspac yang tidak diperkuat lima pemain pentingnya musim lalu. CLS bahkan sempat unggul 11 poin pada awal kuarter terakhir.

Namun, Aspac tidak menyerah. Saat pertandingan menyisakan 2 menit dan 26 detik, dua free throw guard Handri Satrya Santosa membuat Aspac membalik kedudukan menjadi 56-55.

Dalam kondisi tertekan, CLS ternyata mampu bangkit. Point guard utama Dimaz Muharri menjadi pahlawan utama. Dia melakukan apa saja. Mulai steal, rebound, dan puncaknya mencetak empat poin mulai game menyisakan 1 menit hingga waktu tinggal 23 detik. Hanya beristirahat selama 46 detik, Dimaz menjadi top scorer timnya dengan 16 poin.

Aspac yang kehilangan momentum tak bisa melakukan apa pun. Tembakan jarak jauh guard Rizky Effendi gagal membuat Aspac menyamakan kedudukan menjadi 63-63 tepat pada akhir pertandingan.

"Aspac bermain bagus. Ingat, mereka tidak diperkuat dua pemain nasionalnya. Saya senang dengan performa pemain. Mereka sangat fokus dan semangat meski dalam kondisi tertekan," ucap Kim Dong-won, pelatih CLS asal Korea Selatan, setelah pertandingan.

Kondisi yang sama dialami PJ saat berhadapan dengan SM. PJ yang unggul hingga 17 angka pada kuarter kedua seolah tertidur pada dua kuarter akhir. SM berhasil memperpendek jarak menjadi hanya satu poin saat game menyisakan tiga menit.

"Saya katakan kepada pemain, waktu 3 menit itu masih lama dalam basket. Apalagi, kami masih unggul satu poin. Akhirnya, kami bisa mengontrol pertandingan," kata Nathaniel Canson, pelatih PJ.

"Kami menang bukan karena beruntung. Kami memang layak menang. Ini kemenangan yang sangat besar bagi kami," imbuh pelatih kelahiran Makati, Filipina, tersebut.

Bintang utama PJ, Andy "Batam" Poedjakesuma, menjadi top scorer dengan 19 poin. Sebanyak 17 angka dia ciptakan pada dua kuarter awal. Batam yang pada November mendatang berusia 33 tahun tersebut masih membuktikan diri sebagai salah satu shooter terbaik Indonesia.

"Bermain basket itu jangan setengah-setengah. Meski sudah tua, passion saya masih ada di basket. Dulu ada jargon I Love This Game itu betul. Harus benar-benar mencintai permainan," tegasnya.

Story Provided by Jawa Pos

Selasa, 20 Agustus 2013

Depak Coach Dong, CLS Kontrak Mr Kim


SURABAYA - Eduard Santos Vergeire harus membayar mahal kegagalannya mengantarkan CLS Knights menjadi juara NBL Indonesia 2012-2013. Kemarin (30/7) tim basket kebanggaan Surabaya itu mengumumkan tidak akan menggunakan lagi tenaga pelatih asal Filipina tersebut di NBL musim 2013-2014.
Sebagai ganti, CLS mengontrak pelatih asal Korea Selatan Kim Dong-wong. Pelatih yang akrab disapa Mr Kim itu dikontrak CLS selama setahun.

''Ya, sudah resmi. Kami sekarang mengurus izin kerjanya,'' kata General Manajer CLS Ferry.

Keputusan CLS merekrut pelatih baru untuk musim 2013-2014 melanjutkan tradisi mereka mendatangkan coach baru setiap pergantian musim. Mr Kim akan menjadi pelatih keempat CLS di musim keempat NBL.

Pada musim 2010-2011, CLS ditangani Wan Amran. Semusim berikutnya Risdianto Roeslan menggantikan Amran yang hengkang ke Garuda Kukar Bandung. Musim lalu CLS diarsiteki Coach Dong -panggilan Eduard Santos Vergeire.

Ferry mengungkapkan, pergantian pelatih dilakukan karena Coach Dong gagal memenuhi target manajemen, yakni juara. Prestasi CLS juga stagnan. Coach Dong hanya mampu membawa CLS finis di peringkat keempat klasemen musim reguler 2012-2013, hanya naik satu tingkat dari musim sebelumnya.

Sejatinya, Coach Dong dikontrak CLS dua tahun. Namun, CLS memiliki opsi untuk me-review kontrak Coach Dong jika tidak mencapai target yang dibebankan. ''Saya kira Mr Kim akan cocok dengan karakter CLS. Dan saya berharap, dia bisa memenuhi target CLS, yakni menjadi juara,'' tegas Ferry.

Mr Kim bukan nama asing bagi CLS. Pada musim 2010-2011, dia pernah menjadi technical advisor, mendampingi Wan Amran. Dia juga pernah diisukan bakal menjadi pelatih pengganti Amran pada 2011. Namun, akhirnya batal. Jauh sebelumnya, pada awal 1990-an, Mr Kim sudah berkiprah di Indonesia dengan menjadi pelatih Aspac Jakarta.

Pemain senior CLS Andrie Ekayana mengatakan sangat antusias dengan kehadiran Mr Kim. Pemain berusia 31 tahun tersebut menuturkan bahwa Mr Kim adalah pelatih yang sangat detail dalam pola defense maupun offense.

Yayan -panggilan Ekayana- pernah merasakan tangan dingin Mr Kim saat berbaju Aspac Jakarta pada 2006. Sebelumnya, pada akhir 1990-an, Yayan juga sempat dilatih Mr Kim ketika berada di tim junior Bimasakti Nikko Steel Malang. ''Saya berharap, Mr Kim bisa menyatukan kami sebagai sebuah kesatuan dalam tim,'' tandas pemain kelahiran Malang itu. (nur/c4/ang)

Minggu, 30 Juni 2013

Kapten CLS Knights Lepas Masa Lajang

 
Tepat bertanggal 29 Juni 2013 kemarin, bintang CLS Knights sekaligus kapten tim, Dimaz Muhhari resmi menikahi kekasihnya Selvi Wetty.  Keduanya menggelar resepsi pernikahan di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan.

Tampak dalam pesta resepsi yang berlangsung secara khidmat dan meriah tersebut, hadir rekan-rekan Dimaz di CLS Knights, kecuali Wijaya, Febri, dan Yayan yang tidak bisa hadir di karenakan mengikuti Event All Star NBL Indonesia di Surabaya. 

Dimaz dan Selvia merupakan pasangan yang harmonis dan sangat setia.  Meski harus berpacaran jarak jauh, dimana Dimaz berada di Surabaya, sedangkan Selvia bekerja di Jakarta. Pasangan ini juga di pertemukan dari Basket.

Happy Wedding Dimaz & Selvia!...

Jumat, 23 November 2012

CLS Rekrut Center Baru


 
CLS Knights Good Day Surabaya mengalami kehilangan besar menjelang seri I Speedy NBL Indonesia 2012–2013 di Bandung pada 24 November–2 Desember mendatang. Pemain yang diplot sebagai center utama Dwi Haryoko dipastikan absen sepanjang musim ini.

Dwi mengalami cedera parah, yakni patah tulang betis (fibula) ka nan. Cedera itu didapatkan saat kapten baru CLS tersebut salah mendarat karena bertabrakan dengan power forward Pelita Jaya Esia Jakarta Ponsianus Nyoman Indrawan di final preseason tournament (21/10).

Absennya Dwi membuat manajemen CLS bergerak cepat. General Manager CLS Risdianto Roeslan lantas merekrut center bertinggi 205 sentimeter Riky Somantri. Selama dua musim NBL Indonesia, nama Riky memang tak pernah terdengar. Namun, pemain 27 tahun tersebut pernah memperkuat Garuda Bandung dan Satria Muda Britama Jakarta.

Bos CLS Christopher Tanuwidjaja memercayakan perekrutan Riky sepenuhnya kepada Risdi –panggilan Risdianto Roeslan. Namun, Itop –panggilan Christopher Tanuwidjaja– mengatakan bahwa Riky mungkin tidak banyak bermain pada seri I.

Sebab, kondisi fisiknya belum siap untuk bertarung di kasta tertinggi basket nasional ini. ''Konsentrasi kami sekarang adalah membenahi kondisi fisiknya. Mungkin di seri II dia akan lebih siap,'' ucap Itop kemarin.
Selain menambah pemain, CLS memperkuat komposisi di staf kepelatihan. CLS merekrut asisten pelatih baru asal Filipina yang bernama Mari Visrael Ramos Valencia. Tugas mantan asisten pelatih Pure foods di Liga Profesional Filipina (PBA) itu adalah meningkatkan individual skill pemain CLS.

Vis sangat antusias untuk memulai tugasnya bersama CLS. Selain menjadi asisten pelatih CLS, dia ditunjuk sebagai head coach juara bertahan WNBL Indonesia Surabaya Fever. (nur/c8/ang)
Story Provided by Jawa Pos

Vis Valencia, Asisten Pelatih Baru CLS Knights Surabaya

Lulusan Cambridge yang Juga Pengusaha Konstruksi
CLS Knights Surabaya memang kehilangan big man utama Dwi Haryoko. Namun, CLS mendapatkan pengganti yang tidak kalah berharga. Bukan pemain, melainkan asisten pelatih baru dari Filipina bernama Vis Valencia.
---
KEKALAHAN telak CLS Knights Surabaya dari Pelita Jaya Esia Jakarta dalam final Preseason Tournament Speedy NBL Indonesia dengan skor 79-56 pada 21 Oktober lalu di DBL Arena meninggalkan kesedihan mendalam bagi seluruh komponen tim. Kekalahan tersebut membuat jajaran manajemen, pelatih, dan pemain sadar bahwa menjadi juara di kasta tertinggi basket nasional ini sangat tidak mudah.

Kondisi semakin tidak mengenakkan karena CLS tidak akan diperkuat
big man utama Dwi Haryoko. Dia cedera patah tulang fibula kanan. Sampai musim ini berakhir, Dwi belum bisa tampil.

Memang, CLS merekrut
big man baru bertinggi badan 205 sentimeter Riky Somantri. Tetapi, Riky bukanlah produk siap pakai. Tiga tahun tidak bermain di level teratas membuat kemampuan Riky, terutama kondisi fisiknya, tereduksi. "Mungkin (fisik saya) masih 50 persen," kata Riky ketika ditemui saat launching CLS di GOR Kertajaya semalam (22/11).

Tanpa Dwi, setelah
preseason, CLS merekrut komponen baru di staf kepelatihan. Namanya, Mari Visrael Ramos Valencia. Vis -panggilannya- berasal dari Manila, Filipina. Pelatih CLS saat ini Eduard Santos Vergeire mengajak pria kelahiran 1 Agustus 1980 tersebut untuk bergabung.

Tugas Vis di CLS adalah meningkatkan
skill individual para pemain. Meski masih muda, Vis sejatinya sudah makan asam garam di dunia kepelatihan Filipina. Salah satunya, menjadi asisten pelatih di Pure Foods, anggota liga paling elite di Filipina PBA. Vis juga pernah menjadi pelatih kepala Adamson University yang berkompetisi di liga universitas paling bergengsi Filipina, UAAP.

Coach Dong -panggilan Eduard Santos Vergeire- mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Vis. Dia menyebutkan, setidaknya ada dua pemainnya yang berkembang sangat pesat. Yakni Herman "Wewe" Lo dan Tony Agus.


"Wewe sekarang sangat agresif, sedangkan Tony tidak hanya mampu menembak tiga angka. Permainan
post up-nya juga berkembang. Dwi memang tak tergantikan. Namun, keduanya mungkin bisa menutup lubang itu," ucap Coach Dong.

Vis mengatakan sangat terkesan dengan spirit pemain-pemain CLS. Dia menuturkan, program latihannya direspons dengan sangat baik oleh pemain.


Vis sendiri sangat menyukai tantangan. Karena itulah, saat Coach Dong mengajaknya ke Surabaya, dia langsung mengiyakan. Apalagi musim basket di Filipina masih
off.

Tugas Vis di Surabaya tidak hanya membantu CLS. Dia juga menjadi pelatih kepala Surabaya Emdee Fever, juara bertahan WNBL Indonesia. "Saya ingin membantu Coach Dong untuk mengeluarkan semua potensi pemain. Nyatanya, pemain CLS sangat pandai. Mereka amat potensial," paparnya.


Sejatinya basket bukan satu-satunya dunia Vis. Sebelumnya, pada 1998-2001, dia kuliah jurusan ekonomi di salah satu universitas paling top dunia, University of Cambridge, Inggris. Untuk menyalurkan ilmunya, di Filipina Vis menjalankan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi.


"Ada partner yang menjalankannya, jadi saya tidak khawatir. Sekarang fokus saya basket," ucap Vis lantas tersenyum.


Di CLS dan Fever, Vis berjanji memberikan yang terbaik. Dia pun ingin membantu dua tim kebanggaan Surabaya itu untuk menjadi juara musim ini
. (*/c13/ang)
Story Provided by Jawa Pos

CLS Antiklimaks, PJ Juara

 

Pertandingan CLS Knights Good Day Surabaya melawan Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta di DBL Arena tadi malam memang “hanya” final Speedy NBL Indonesia Preseason Tournament 2012. Namun, bagaimana atmosfer pertandingan dan kengototan kedua tim untuk merebut kemenangan, membuat laga yang disaksikan sekitar 5.000 penonton itu layaknya grand final saja. Melalui perjuangan keras, PJ akhirnya keluar sebagai juara dengan kemenangan 79-56.

Kekalahan CLS dengan marjin jauh 23 poin cukup mengejutkan. Sebab sehari sebelumnya, CLS justru tampil gila menghentikan Dell Aspac Jakarta. Aspac adalah tim yang mengalahkan PJ pada fase penyisihan grup melalui overtime.

Tanda-tanda kemenangan PJ sudah tampak dari awal pertandingan saat tembakan shooter-shooter berkali-kali masuk. Pada kuarter pertama saja, Andy ”Batam” Poedjakesuma sudah memasukkan tiga dari empat tembakan tiga angka. Pada 10 menit pertama pertandingan, batam sudah menyumbangkan sebelas poin untuk membawa PJ unggul 26-10.

Selanjutnya, tidak sekali pun CLS menyalip perolehan poin PJ. Fans CLS yang mendominasi DBL Arena pun mulai terdiam di tengah pertandingan.

Beban CLS memang berat dalam laga kemarin. Selain menghadapi permainan PJ yang super prima, CLS kehilangan Dwi Haryoko saat kuarter kedua masih menyisakan delapan menit lebih.
Dwi mengalami cedera patah tulang betis kanan karena salah jatuh akibat bertabrakan dengan forward PJ Ponsianus Nyoman Indrawan. Dwi pun langsung dilarikan ke rumah sakit.

Tanpa Dwi, pertahanan CLS makin mudah ditembus. CLS semakin sulit bangkit karena shooter mereka juga melempem. Sampai kuarter ketiga, CLS tidak sekalipun mampu mencetak poin dari 13 kali percobaan tembakan tiga angka. Secara keseluruhan, field goal CLS sangat rendah, hanya 28 persen. Sedangkan prosentase tiga poinnya hanya mencapai 10 persen.

”Saya tidak tahu apa yang terjadi. Banyak sekali kesempatan, tapi tidak masuk. Ada apa dengan ringnya? Dengan field goal seperti itu, bagaimana kami bisa menang,” kata pelatih CLS Eduard ”Dong” Santos Vergeire.

”Kehilangan Dwi juga berpengaruh besar. Dia adalah pemain penting kami. Kekalahan ini akan membuat kami bekerja lebih keras untuk menghadapi musim reguler nanti,” imbuh pelatih asal Filipina tersebut.
Merebut gelar juara untuk kali pertama di ajang NBL membuat PJ larut dalam suka cita. Beberapa pemain bahkan menangis menahan rasa haru. Batam dan Ary Chandra, bintang kemenangan PJ dengan sumbangan 23 dan 24 poin, menjadi salah satu pemain paling bahagia.

”Sudah lama kami tidak bermain di final. Empat tahun terakhir, baru kali ini saya juara. Namun, kami bermain lepas, nggak ada beban. Just play saja. Kemenangan ini adalah jasa besar coach Nath yang memberikan motivasi besar pada pemain,” kata Batam.

Sementara itu, Coach Nath tidak kalah girang dengan kemenangan itu. Namun, bagi dia, kemenangan kemarin hanyalah awal dari perjalanan panjang PJ untuk meraih gelar demi gelar di NBL Indonesia.

Setelah memutus rantai selalu mentok di semifinal, Coach Nath yakin PJ akan menjadi juara. ”Hari ini, Tuhan menakdirkan PJ menang. Anak-anak enjoy bermain dan lebih termotivasi untuk menang,” kata pelatih kelahiran Filipina berkebangsaan Amerika Serikat tersebut.

Setelah Preseason Tournament, NBL Indonesia memasuki musim reguler yang dimulai di Seri I Bandung pada 24 November sampai 2 Desember mendatang. Kalau preseason tournament saja sudah demikian seru, musim reguler bahkan championship series nanti akan makin seru.

Sumber : nblindonesia.com (Jawapos Group)

Jumat, 12 Oktober 2012

Target Pertahankan Gelar

 


 
Optimis tinggi di usung oleh pasukan CLS Knights Good Day Surabaya dalam turnamen Pre Season NBL Indonesia 2012.  Masuknya pelatih baru di tambah dengan 3 pemain baru yang memiliki jam terbang tinggi, menambah optimis tim kebanggan kota Surabaya ini.  Apalagi, tahun lalu, CLS berhasil menjadi juara di turnamen Preseason.

"Untuk Musim turnamen Preseason ini, targetnya tentu mengulang kembali momen tahun lalu yaitu menjadi Juara", Ungkap Operational Manajer baru CLS Knights, Mulyohadi Soesilo.

Kedatangan Dian Heryadi yang di rekrut dari Muba Hangtuah untuk mengantikan posisi Agustinus Indrajaya yang memutuskan pensiun, menjadi nilai plus lainnya.  "Dian adalah center yang menjanjikan.  Kalau saya analisis, kelemahan kami selama ini berkaitan dengan Rebound.  saya kira Dian bisa mengemban tugas sebagai rebounder penting CLS," Pendapat Coach Dong Vergeire, lewat NBLIndonesia.com.

Selain itu, kehadiran dua rookie yang berpengalaman di level Libama Nasional juga memiliki peranan penting dalam kekuatan CLS.  Wisnu yang berposisi sebagai point guard di proyeksi melapisi PG utama, Dimaz Muhhari.  Sedangkan Andrian Bintoro yang berposisi di Small Foward punya peranan penting mengantarkan UBAYA (Universitas Surabaya) menjadi Runner-up di level LIBAMA.

Masuknya tiga pemain baru itu akan menambah daya gempur dari pasukan CLS Knights, di tambah dengan sentuhan pelatih asing asal Philipina, Eduard "DONG" Vergeire yang menerapkan motode Korean Style, Cepat dan Taktis.  karakter itu sangat cocok di terapkan dalam CLS, seperti yang di terapkan oleh Wan Amran dua tahun silam bersama CLS.  Hasilnya sudah terbukti ampun.  

Dengan Kombinasi Pelatih dan pemain baru, pencapaian musim lalu di turnamen preseason bukan hal mustahil untuk di ulangi lagi.  Dan ini Ujian pertama bagi coach Dong Vergeire di kompetisi basket profesional Indonesia.  

Good Luck CLS Knights Good Day.

(rntj)

Jadwal  Pertandingan CLS Knights di Pre-Season Turnamen Speedy NBL Indonesia 2012 :



Selasa, 25 September 2012

Kehilangan Indra, CLS Dapatkan Pengganti Sepadan



CLS Knights Siap Tempur di NBL Indonesia 2012-2013

Menghadapi Pre-Season Tournament 2012 dan Season 2012 / 2013 NBL Indonesia, Tim CLS Knights Good Day melakukan beberapa perubahan yang cukup signifikan.
Perubahan pertama yang dilakukan adalah pada posisi General Manager (GM), yang mana mantan Pelatih Kepala CLS Knights di musim lalu, Bpk. Risdianto Roeslan, mengisi posisi GM ini. Beliau juga merangkap posisi GM untuk Tim Surabaya Fever,  yang juga berada di bawah Manajemen yang sama dengan CLS Knights.

Dengan kosongnya posisi Pelatih Kepala yang ditinggalkan oleh Bpk. Risdianto Roeslan, CLS Knights merekrut Mr. Eduard Vergeire dari Filipina untuk mengisi Jabatan tersebut.
Coach Eduard Vergeire adalah mantan Pelatih Nasional Filipina di era akhir tahun 90an.

Di sisi Pemain, CLS Knights kehilangan Agustinus Indrajaya, yang telah memutuskan untuk pensiun dini, karena kondisi orang tuanya yang sudah sakit-sakitan sehingga mengharuskan dia untuk segera melanjutkan usaha keluarganya.  Tanpa Indra, posisi Big Man CLS Knights menjadi cukup rawan,  dan untuk menutupi kendala itu Manajemen melakukan deal trade Pemain yang mengirimkan Elia Bukit ke Hangtuah Sumsel dan mendatangkan Dian Heryadi ke CLS Knights.

Dian Heryadi diharapkan bukan sekedar dapat mengisi kekosongan dengan hilangnya Indrajaya, tapi juga menjadi motor di posisi Big Man bagi CLS Knights.  Dua musim terakhir bersama MUBA Hangtuah, Dian Heryadi menunjukan performa yang sangat impresif, 2x berturut - turut menjadi All Star NBL, bahkan meraih penghargaan sebagai Rebounder terbaik 2 musim lalu.  Di musim lalu Dian Heryadi juga sangat produktif dan masih terdaftar sebagai salah satu Big Man terbaik di NBL Indonesia.

Selain Dian Heryadi, CLS Knights juga mengontrak 2 orang Rookie , A.A. Ngurah Wisnu Saputra dan Adrian Bintoro dari Universitas Surabaya (UBAYA).
 

Senin, 24 September 2012

CLS Peringkat Keempat Phuket Open


CLS Knights Surabaya mendapatkan modal bagus menjelang Preseason Tournament Speedy NBL Indonesia 2012 di DBL Arena, Surabaya, pada 13–21 Oktober mendatang. Pada laga pemanasan di TOA Thailand Open Championship 2012 di Phuket, CLS berhasil menempati posisi keempat.

Dalam laga perebutan peringkat ketiga kemarin (22/9), Dimaz Muharri dkk kalah oleh tim tuan rumah PEA dengan skor 76-93. CLS berhasil melaju ke babak empat besar dengan meraih dua kemenangan. Masing-masing atas tim Australia Postnet Gators (84-74) dan Brunei CS Cold Storage (89-57).
Sebelumnya, pada babak penyisihan, CLS kalah tiga kali. Yaitu melawan Rising Star (Thailand), United Teams (Amerika Serikat), dan PEA (Thailand).

’’Saya tidak ikut ke Thailand. Namun, dari laporan yang saya terima, permainan kami berkembang. Pemain juga puas dengan pelatih dan asistennya. Chemistry juga mulai terbentuk,’’ kata Bos CLS Christopher Tanuwidjaja kemarin.

Itop –panggilan Christopher Tanuwidjaja– menambahkan, kalah tiga kali bukan hasil yang buruk. Sebab, dua tim Thailand diperkuat masing-masing dua pemain asing asal AS.

Di antara enam kontestan, hanya CLS, Brunei CS, dan United Teams yang tidak diperkuat pemain asing. Bahkan, tim Australia menyewa jasa pemain dari AS. ’’Bisa mendekati level tim-tim tersebut, saya kira, cukup bagus. Sebab, tim tuan rumah habis-habisan. Terutama untuk mengimpor pemain asing,’’ imbuh Itop.

General Manajer CLS Risdianto Roeslan menambahkan, kehadiran pelatih asal Filipina Edward ”Dong” Santos Vergeire dan asistennya, Reonel Parado, sejauh ini bisa mengangkat performa CLS. Sebanyak 12 pemain yang dibawa ke Thailand, ucap Risdi, tampil cukup bagus dalam enam pertandingan.

Ambil contoh shooting guard Jeffry Bong yang tak cukup bagus musim lalu, ternyata, bisa tampil baik. Saat CLS mengalahkan Brunei, Jeffry menjadi top scorer dengan 20 poin. Hebatnya, 18 poin dicetak dalam 5 menit di kuarter empat.

’’Dari pengalaman, sistem yang diterapkan, dan kemampuan adaptasi, Coach Dong cukup bagus. Hasil ini, saya kira, menjadi modal bagus menjelang preseason tournament,’’ tegas Risdi. (nur/c13/ang)


Source : NBLINDONESIA.COM